Dandim 1803/Fakfak Jelajahi Kampung Weri: Menguatkan Kehadiran Negara dan Mendorong Lahirnya Koperasi Merah Putih

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 23 November 2025

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Dandim 1803/Fakfak Jelajahi Kampung Weri: Menguatkan Kehadiran Negara dan Mendorong Lahirnya Koperasi Merah Putih

Fakfak, TribunNusantara.web.id | Udara Kampung Weri, Distrik Fakfak Timur, terasa berbeda pada Jumat (21/11/2025). Jalanan kampung yang sunyi mendadak hidup oleh suara langkah rombongan Kodim 1803/Fakfak. Di barisan depan, Komandan Kodim, Letkol Inf Wahlin Rahman, S.Pd., memimpin langsung agenda bertajuk Jelajah Kampung Weri.

Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan rutin, tetapi momentum untuk mendekatkan TNI dengan warga, menyerap aspirasi, sekaligus membaca denyut kehidupan masyarakat di pedalaman Fakfak Timur.

Dalam sesi dialog bersama Kepala Dusun dan tokoh masyarakat Kampung Weri, Dandim Wahlin Rahman menyampaikan arah pembangunan ekonomi desa melalui penguatan koperasi rakyat.

Salah satunya lewat percepatan pembentukan Koperasi Desa Kampung Merah Putih (KDKMP) yang dianggap krusial dalam menopang kebutuhan ekonomi masyarakat.

“Kami sudah memulai pembangunan dua titik Koperasi Merah Putih, masing-masing di Kampung Mbimajaya dan Kampung Mekarsari,” ujar Letkol Wahlin.

“Koperasi ini kami desain agar menjadi pusat pemenuhan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus lokomotif ekonomi desa.”

Penegasan ini hadir bukan sekadar sebagai wacana, melainkan rencana konkret yang diperkuat oleh pemetaan kebutuhan masyarakat selama beberapa bulan terakhir.

Bagi Dandim, koperasi bukan hanya bangunan atau etalase barang, tetapi simbol kemandirian ekonomi dan pemberdayaan warga hingga ke level kampung.

Tak hanya soal ekonomi, Letkol Wahlin Rahman juga menyoroti pentingnya stabilitas keamanan sebagai fondasi pembangunan.

Ia mengingatkan para Babinsa dan warga untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta tradisi kegotongroyongan yang selama ini menjadi kekuatan sosial masyarakat Fakfak.

“Babinsa bersama masyarakat harus tetap menjaga keamanan, ketertiban, dan kegotongroyongan. Jaga koordinasi dengan Polsek setempat dan pererat silaturahmi. Kamtibmas tidak lahir dari aparat saja, tetapi dari kebersamaan seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.

Kunjungan ini ditutup dengan pesan harapan yang sederhana namun kuat: bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat bukan hanya simbol negara, tetapi bagian dari keluarga besar yang mengayomi dan menguatkan.

Letkol Wahlin menyampaikan, “Semoga kegiatan ini memberi manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkokoh hubungan TNI–POLRI dan rakyat dalam menjaga keamanan dan meningkatkan kesejahteraan hingga ke pelosok negeri.”

Dengan pendekatan langsung ke masyarakat dan langkah nyata untuk menggerakkan ekonomi berbasis desa, Kodim 1803/Fakfak menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya digerakkan lewat instruksi, tetapi melalui sentuhan, dialog, dan kehadiran yang membumi.

Sebuah pesan bahwa negara hadir bukan hanya lewat bangunan besar, melainkan lewat kepedulian yang merata hingga kampung terpencil seperti Weri.
 

(Den)