Dandim 1803/Fakfak Tekankan Teladan Rasulullah sebagai Fondasi Toleransi dan Integritas Prajurit
Fakfak, TribunNusantara.web.id | Komandan Kodim (Dandim) 1803/Fakfak, Letkol Inf Wahlin Rahman, S.Pd., menekankan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW sebagai dasar dalam menjalankan tugas, baik sebagai prajurit TNI maupun sebagai warga masyarakat.
Pesan itu ia sampaikan di sela peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H/2025 M di Masjid Baitul Makmur Fakfak, Jumat (5/9).
Menurut Wahlin, Rasulullah adalah sosok teladan yang paripurna, tidak hanya dalam urusan ibadah, tetapi juga dalam kepemimpinan, etika sosial, dan kehidupan sehari-hari.
“Nilai kejujuran, amanah, tanggung jawab, serta sikap adil yang diwariskan Rasulullah adalah bekal utama yang harus dimiliki setiap prajurit dalam menjalankan tugas,” ujar Wahlin.
Ia menambahkan, keteladanan Rasulullah juga harus menjadi dasar untuk memperkuat toleransi antarumat beragama di Fakfak, sebuah daerah yang dikenal dengan falsafah Satu Tungku Tiga Batu sebagai simbol persatuan.
“Dengan meneladani Rasulullah, kita tidak hanya memperkuat iman, tetapi juga memperkokoh kerukunan. Ini penting agar Fakfak tetap menjadi tanah yang damai, rukun, dan penuh toleransi,” tegasnya.
Wahlin juga berpesan agar momentum Maulid tidak berhenti pada perayaan tahunan.
Menurutnya, nilai akhlak mulia harus diterapkan dalam kehidupan nyata—mulai dari lingkungan keluarga, satuan militer, hingga kehidupan bermasyarakat.
“Rasulullah mengajarkan bahwa membangun karakter mulia adalah kunci keberhasilan. Tanpa akhlak, keilmuan dan kemampuan tidak akan bermakna,” katanya.
Penceramah Maulid, Ustaz Usman Abdul Malik, Lc., dalam tausiyahnya sejalan dengan pesan Dandim.
Ia mengajak jamaah untuk menjadikan Rasulullah sebagai sumber inspirasi dalam menghadapi tantangan hidup.
Suasana peringatan di Masjid Baitul Makmur malam itu terasa religius. Jamaah larut dalam lantunan shalawat, sementara pesan-pesan moral yang disampaikan para pemimpin daerah menjadi pengingat bahwa teladan Rasulullah relevan di setiap zaman.
Writter : Den








































Komentar via Facebook