Danrem 182/JO Ikuti Peluncuran 1.061 Koperasi Merah Putih, Presiden Prabowo Subianto Tekankan Kemandirian Desa
Fakfak, TribunNusantara.web.id | Layar besar di Distrik Bomberay, Kabupaten Fakfak, menampilkan wajah Presiden Prabowo Subianto, Sabtu, 16 Mei 2026. Dari sambungan virtual itu, kepala negara meluncurkan operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) secara serentak di berbagai daerah Indonesia.
Di Fakfak, peluncuran nasional itu diikuti Komandan Korem 182/JO Kolonel Inf Irwan Budiana bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah. Suasana berlangsung khidmat, namun sarat optimisme.
Pemerintah pusat menaruh harapan besar pada koperasi sebagai instrumen penggerak ekonomi rakyat dari tingkat paling bawah: desa dan kelurahan.
Presiden menegaskan, koperasi bukan sekadar badan usaha. Ia menyebutnya sebagai alat perjuangan ekonomi rakyat.
“Jika desa kuat dan masyarakat sejahtera, maka bangsa Indonesia juga akan semakin kuat,” ujar Prabowo dalam arahannya.
Ia berharap Koperasi Merah Putih menjadi motor yang menggerakkan produksi, distribusi, hingga akses pembiayaan masyarakat desa.
Program 1.061 KDKMP ini dirancang sebagai bagian dari strategi memperkuat fondasi ekonomi nasional berbasis kerakyatan. Pemerintah ingin mendorong desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, melainkan subjek yang mandiri dan produktif.
Bagi jajaran TNI di wilayah Papua Barat, dukungan terhadap program tersebut dinilai sebagai bentuk sinergi konkret antara aparat teritorial dan pemerintah daerah. Danrem 182/JO Kolonel Irwan Budiana mengatakan pihaknya siap mendukung implementasi koperasi di lapangan.
“Kami akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menyukseskan program yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat,” ujarnya usai acara.
Ia menyebut momentum peluncuran ini sebagai langkah strategis membangkitkan ekonomi rakyat melalui pemberdayaan kolektif. Menurut dia, keberhasilan koperasi tak hanya bergantung pada regulasi pusat, melainkan konsistensi pendampingan dan pengawasan di tingkat desa.
Pandangan serupa disampaikan Komandan Kodim 1803/Fakfak Letkol Inf Wahlin Rahman. Ia menilai operasional koperasi memerlukan kolaborasi solid antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.
“Pemberdayaan ekonomi tidak akan berjalan optimal tanpa kerja sama yang kuat di lapangan,” katanya. Kodim, ia menambahkan, siap mengawal agar koperasi benar-benar memberi dampak berkelanjutan.
Peluncuran serentak ini menjadi ujian awal: apakah koperasi mampu menjawab tantangan klasik desa modal terbatas, akses pasar sempit, dan manajemen yang kerap belum profesional.
Pemerintah pusat optimistis, dukungan lintas sektor akan memperkuat daya tahan ekonomi desa di tengah dinamika global yang tak menentu.
Di Bomberay, layar akhirnya padam setelah rangkaian seremoni usai. Namun pekerjaan sesungguhnya baru dimulai: memastikan koperasi bukan sekadar nama dan papan plang, melainkan denyut baru ekonomi rakyat di kampung-kampung.
Writter & Editor : Den








































Komentar via Facebook