Dari Bali, Tokoh Adat Panjatkan Doa untuk Aceh dan Presiden Prabowo di Malam Pergantian Tahun

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 02 Januari 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Dari Bali, Tokoh Adat Panjatkan Doa untuk Aceh dan Presiden Prabowo di Malam Pergantian Tahun

Bali, TribunNusantara.web.id | Menjelang pergantian tahun 2025 menuju 2026, Organisasi Kemasyarakatan Setya Kita Pancasila (SKP) bersama Manggala Taksu Agung menggelar Malam Doa Bersama dan Refleksi Kebangsaan di Kabupaten Badung, Bali, Rabu malam, 31 Desember 2025.

Acara berlangsung khidmat di kediaman Pembina SKP DPW Bali sekaligus tokoh spiritual Bali, Jro Gde Widiarta. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pengurus pusat SKP, tokoh adat, para mangku, serta unsur masyarakat adat Bali.

Dalam doa bersama itu, para pemuka adat dan rohaniwan memanjatkan permohonan khusus bagi keselamatan dan pemulihan wilayah Aceh dan Sumatera, serta bagi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, agar diberikan kesehatan, kekuatan, dan kebijaksanaan dalam memimpin bangsa.

Ketua Umum DPP Setya Kita Pancasila, Andreas Sumual, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk menjaga persatuan nasional melalui pendekatan spiritual, budaya, dan nilai-nilai Pancasila.

“Di penghujung tahun ini, kami berdoa agar Indonesia senantiasa berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa, dan Presiden Prabowo Subianto diberikan kekuatan moral serta kebijaksanaan dalam memimpin bangsa menuju Indonesia yang berdaulat dan berintegritas,” kata Andreas.

Ia menegaskan SKP mendukung kepemimpinan nasional yang berlandaskan integritas, nasionalisme, dan keadilan sosial sebagaimana tertuang dalam Pancasila.

Sekretaris Jenderal DPP SKP, Meyske Yunita, menyampaikan bahwa doa lintas iman tersebut juga menjadi refleksi atas keprihatinan terhadap praktik korupsi yang masih membayangi kehidupan berbangsa.

“Kami memohon agar bangsa ini dibersihkan dari perilaku koruptif yang merusak nilai keadilan dan kemanusiaan. SKP berkomitmen menjadi organisasi yang bersih dan konsisten mengawal nilai-nilai luhur Pancasila,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Manggala Taksu Agung menganugerahkan Gelar Anggota Kehormatan sekaligus Warga Adat Bali kepada pimpinan pusat SKP. Gelar tersebut disematkan langsung oleh Ketua Manggala Taksu Agung, Jro Gde Widiarta, kepada Andreas Sumual dan Meyske Yunita.

Penganugerahan itu dipandang sebagai simbol keterikatan antara perjuangan ideologi Pancasila dengan kearifan lokal dan spiritualitas Bali.

Acara ditutup dengan pemotongan kue dan tiup lilin dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-5 Setya Kita Pancasila, yang dirangkai dengan perayaan ulang tahun anggota SKP kelahiran Desember. Suasana kebersamaan dan toleransi lintas iman mewarnai penutupan kegiatan tersebut.

Memasuki tahun 2026, Setya Kita Pancasila menyatakan siap memperkuat sinergi dengan berbagai elemen bangsa untuk menjaga persatuan, memperkokoh nasionalisme, serta menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.