DARI GAYA HIDUP SEHAT HINGGA PROMOSI KEI, BUPATI THAHER DORONG OLAHRAGA JADI BUDAYA MASYARAKAT MALUKU TENGGARA
DARI GAYA HIDUP SEHAT HINGGA PROMOSI KEI, BUPATI THAHER DORONG OLAHRAGA JADI BUDAYA MASYARAKAT MALUKU TENGGARA
LANGGUR Tribunnusantara-web.id — Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun mendorong masyarakat menjadikan olahraga bukan sekadar aktivitas untuk mengejar prestasi, tetapi sebagai bagian dari pola hidup sehat sekaligus sarana memperkuat potensi daerah.12/09/2026
Pesan tersebut sejalan dengan dorongan pemerintah daerah agar masyarakat semakin aktif melakukan aktivitas fisik. Dalam momentum Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026, Thaher menekankan pentingnya memperluas budaya olahraga hingga ke wilayah kepulauan dan menjadikan masyarakat sebagai fondasi utama pembinaan olahraga di Maluku Tenggara.
Menurutnya, olahraga memiliki manfaat yang jauh lebih luas. Selain menjaga kebugaran, aktivitas olahraga dapat menjadi ruang pembinaan generasi muda, pencarian bibit atlet, memperkuat persaudaraan serta membuka peluang promosi daerah.
Bupati juga menekankan bahwa pembinaan olahraga harus dilakukan secara berkelanjutan. Tidak hanya ketika atlet akan mengikuti pertandingan, tetapi dimulai dari masyarakat, sekolah, komunitas dan berbagai kelompok pemuda.
Pemerintah daerah, kata dia, perlu menciptakan ekosistem yang memungkinkan olahraga berkembang dari tingkat akar rumput hingga menghasilkan atlet yang mampu membawa nama Maluku Tenggara ke tingkat provinsi, nasional bahkan internasional.
OLAHRAGA SEBAGAI BAGIAN DARI PEMBANGUNAN DAERAH
Dorongan tersebut memiliki landasan dalam kebijakan pembangunan daerah. Perda Kabupaten Maluku Tenggara Nomor 5 Tahun 2025 tentang RPJMD 2025–2029 menempatkan pengembangan kepemudaan dan olahraga sebagai salah satu bagian dari pembangunan sumber daya manusia, termasuk peningkatan kualitas cabang olahraga unggulan.
Dengan demikian, olahraga tidak semestinya dipandang hanya sebagai kegiatan pertandingan atau hiburan. Olahraga dapat menjadi instrumen pembangunan manusia, khususnya dalam membentuk generasi muda yang sehat, disiplin, produktif dan berdaya saing.
Secara nasional, penyelenggaraan keolahragaan juga memiliki dasar hukum melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan. Kerangka hukum tersebut menempatkan olahraga dalam berbagai bentuk, termasuk olahraga pendidikan, olahraga rekreasi dan olahraga prestasi.
Di tingkat Provinsi Maluku, terdapat pula Peraturan Daerah Provinsi Maluku Nomor 11 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Keolahragaan, yang menjadi salah satu dasar kebijakan pengembangan olahraga di daerah.
Sementara itu, pengaturan teknis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara juga mencakup urusan olahraga rekreasi, olahraga massal, olahraga tradisional, olahraga prestasi, pembibitan atlet, kompetisi, organisasi keolahragaan serta pembangunan infrastruktur olahraga.
SEHAT, BERPRESTASI DAN MENGANGKAT POTENSI KEI
Thaher juga melihat olahraga sebagai salah satu pintu untuk memperkenalkan potensi Maluku Tenggara kepada masyarakat luar.
Kei memiliki kekayaan alam, budaya, adat-istiadat dan kehidupan masyarakat kepulauan yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata. Karena itu, kegiatan olahraga yang melibatkan masyarakat maupun peserta dari luar daerah dapat menjadi bagian dari promosi destinasi wisata Kei.
Gagasan tersebut sejalan dengan kebijakan pembangunan daerah yang menempatkan peningkatan kualitas manusia, pelestarian budaya Kei dan pengembangan potensi daerah sebagai bagian dari arah pembangunan Maluku Tenggara.
Di sisi lain, pembangunan kepariwisataan Provinsi Maluku juga memiliki dasar melalui Perda Provinsi Maluku Nomor 13 Tahun 2022 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Provinsi Maluku.
Karena itu, perpaduan antara olahraga, budaya dan pariwisata dapat menjadi strategi promosi daerah apabila dirancang secara serius dan berkelanjutan.
BUKAN SEKADAR SEREMONI
Tantangan berikutnya adalah memastikan ajakan tersebut tidak berhenti sebagai slogan atau kegiatan seremonial.
Pemerintah daerah perlu memperluas ruang olahraga masyarakat, memperbaiki fasilitas olahraga, memberikan kesempatan kepada pemuda di seluruh kecamatan dan ohoi untuk mengembangkan bakat, serta membangun sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan.
Terlebih Maluku Tenggara merupakan daerah kepulauan. Pemerataan akses terhadap fasilitas dan pembinaan olahraga menjadi penting agar pencarian bibit atlet tidak hanya terkonsentrasi di wilayah tertentu.
Dalam konteks tersebut, pesan Bupati Thaher memiliki makna lebih luas: olahraga harus tumbuh dari masyarakat, memberikan manfaat kesehatan, membuka ruang prestasi bagi generasi muda, sekaligus dapat menjadi salah satu media memperkenalkan keindahan, budaya dan identitas Kepulauan Kei.
Jika seluruh elemen pemerintah, masyarakat, pemuda, komunitas olahraga dan pelaku pariwisata bergerak bersama, olahraga bukan hanya menghasilkan atlet berprestasi, tetapi juga dapat ikut mengangkat nama Maluku Tenggara dan Kepulauan Kei di tingkat yang lebih luas.
Editor Bruce Elang








































Komentar via Facebook