Dari Genggaman Smartphone, Mahasiswa Uningrat Tual Diajak Bangun Branding Kei hingga Mendunia Lewat Karya Digital

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 11 Juli 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Dari Genggaman Smartphone, Mahasiswa Uningrat Tual Diajak Bangun Branding Kei hingga Mendunia Lewat Karya Digital

Dari Genggaman Smartphone, Mahasiswa Uningrat Tual Diajak Bangun Branding Kei hingga Mendunia Lewat Karya Digital

TUAL Tribunnusantara-web.id  — Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, mahasiswa tidak lagi cukup hanya menjadi pengguna media sosial. Generasi muda dituntut mampu mengubah smartphone menjadi alat produksi karya, membangun personal branding, sekaligus memperkenalkan potensi daerah ke panggung dunia.

Pesan itu mengemuka dalam kegiatan Next Generation Leadership & Digital Creativity yang digelar Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Uningrat Tual bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FST Uningrat Tual, Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Kota Tual, serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tual, Sabtu (11/7/2026).

Mengusung tema "Mengasah Kreativitas dan Keterampilan Fotografi Mahasiswa di Era Digital", kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai III Universitas Uningrat Tual ini bertujuan memperkuat kapasitas kepemimpinan, kreativitas digital, serta kemampuan fotografi mahasiswa agar mampu bersaing di era transformasi teknologi.

Kegiatan dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tual yang diwakili Sekretaris Dinas, Ratna Sari Tamher. Hadir pula para dekan dan dosen Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Uningrat Tual, Founder Ramo Media Grup dan Eluma Film Rocky Arthur Tahapary sebagai narasumber, moderator Joshua J. Hursepuny, S.Pi., M.Si., pengurus BEM dan HMPS, RELIMA Kota Tual, mahasiswa, serta komunitas literasi.

Dalam sambutannya, Ratna Sari Tamher menegaskan bahwa mahasiswa merupakan agen perubahan yang harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi secara produktif.

Menurutnya, smartphone kini telah berkembang menjadi instrumen kreatif yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan karya fotografi, mempromosikan destinasi wisata, memperkuat sektor UMKM, hingga mengangkat identitas budaya daerah ke tingkat nasional maupun internasional.

Ia juga mendorong mahasiswa menguasai teknik dasar fotografi, mulai dari pencahayaan (lighting), komposisi, sudut pengambilan gambar (angle), hingga penyuntingan (editing) agar mampu menghasilkan konten visual yang berkualitas dan memiliki daya saing.

Sebagai narasumber, Founder Ramo Media Grup dan Eluma Film Rocky Arthur Tahapary mengajak mahasiswa melihat teknologi sebagai peluang besar untuk membangun citra diri, kampus, dan daerah.

 "Walaupun hanya menggunakan smartphone, kita bisa menciptakan karya yang mampu mem-branding kota, kampus, bahkan personal branding kita sendiri," ujar Rocky.»

Menurutnya, kemampuan fotografi digital bukan sekadar hobi, tetapi telah menjadi bagian dari keterampilan yang dibutuhkan generasi muda dalam menghadapi persaingan global.

Rocky mengaku terkesan dengan antusiasme mahasiswa Universitas Uningrat Tual yang aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan selama kegiatan berlangsung.

"Saat pengetahuan yang kita bagikan direspons dengan semangat belajar, itu menjadi energi positif bagi kami sebagai narasumber," katanya.»

Ia menilai Kota Tual dan Kepulauan Kei memiliki potensi alam, budaya, dan pariwisata yang sangat besar untuk dipromosikan melalui karya visual kreatif.

Menurutnya, perkembangan media digital membuat promosi suatu daerah kini dapat menjangkau dunia hanya dalam waktu singkat.

  "Sekarang mempromosikan sesuatu sangat cepat. Dalam hitungan menit atau hari, karya kita bisa dilihat oleh masyarakat dunia. Yang paling penting adalah bagaimana kita mengemasnya," jelas Rocky.»

Ia meyakini promosi digital yang dilakukan secara kreatif mampu meningkatkan daya tarik wisata sekaligus membuka peluang investasi bagi Kota Tual dan Kepulauan Kei.

  "Mari kita tunjukkan bahwa daerah kita adalah tempat yang indah, nyaman, dan layak dikunjungi. Wonderful Island and Wonderful People," ungkapnya.»

Rocky juga berpesan agar generasi muda terus mengasah kepekaan visual dan kreativitas.

  "Latih terus cara melihat. Ketika mata kita terlatih menemukan sesuatu yang bernilai, kita akan mampu mengubahnya menjadi karya yang membawa nama daerah ke luar," pesannya.»

Sementara itu, dosen Universitas Uningrat Tual sekaligus moderator kegiatan, Joshua J. Hursepuny, S.Pi., M.Si., menilai kegiatan tersebut memberikan penguatan kemampuan teknis (hard skill) maupun keterampilan nonteknis (soft skill) mahasiswa dalam menghadapi tantangan era digital.

Ia menegaskan bahwa keterbatasan perangkat tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berkarya.

  "Melalui smartphone yang mereka miliki, mahasiswa dapat menghasilkan karya fotografi yang bernilai apabila didukung dengan teknik yang benar," ujarnya.»

Joshua berharap mahasiswa mampu memanfaatkan kreativitas digital tidak hanya sebagai sarana berekspresi, tetapi juga sebagai peluang ekonomi.

  "Hari ini karya digital memiliki nilai ekonomi. Mahasiswa jangan hanya menunggu kesempatan, tetapi harus mampu menciptakan peluang melalui kreativitas yang mereka miliki," katanya.»

Selain membahas fotografi digital, peserta juga diajak memanfaatkan media sosial secara bijak, bertanggung jawab, serta tidak ikut menyebarkan hoaks maupun konten yang berpotensi memecah belah masyarakat.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan komunitas literasi, kegiatan Next Generation Leadership & Digital Creativity diharapkan menjadi ruang lahirnya generasi muda yang kreatif, inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus mampu memperkenalkan Kota Tual dan Kepulauan Kei kepada dunia melalui karya-karya digital yang positif.

Editor: Bruce Elang