Dari Ladang Petani hingga Mendirikan Lembaga Pendidikan: Kisah Inspiratif Pendiri Yayasan Solagracia Duan Lolat Berkei Saumlaki

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 04 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Dari Ladang Petani hingga Mendirikan Lembaga Pendidikan: Kisah Inspiratif Pendiri Yayasan Solagracia Duan Lolat Berkei Saumlaki

TANIMBAR,Tribun-nusantara.web.id. Sebuah kisah perjuangan yang membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang kesuksesan hadir dari Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Berawal dari seorang anak petani yang tumbuh di tengah kesederhanaan, kini ia berhasil mendirikan Yayasan Solagracia Duan Lolat Berkei Saumlaki yang menaungi dua lembaga pendidikan, membuka akses ilmu bagi generasi di tanah kelahirannya.

Pendiri yayasan tersebut, Pendeta Yusak Weriratan, S.Th., MA., M.Pd.K., adalah bukti nyata bahwa kerja keras, doa, iman, dan kepedulian tulus terhadap pendidikan mampu mengubah nasib sekaligus membawa dampak besar bagi masa depan bumi Duan Lolat.

Sejak kecil, Yusak terbiasa bangun pagi untuk membantu orang tua di ladang, memikul air, dan membersihkan halaman rumah sebelum berangkat ke sekolah. Hidup dalam keterbatasan ekonomi tak menyurutkan tekadnya.

“Keterbatasan ekonomi tidak menghalangi saya untuk bermimpi. Saya percaya pendidikan adalah satu-satunya jalan untuk memutus rantai kemiskinan,” kenangnya.

Dengan semangat belajar yang tak pernah luntur, doa yang terus dipanjatkan, serta dukungan keluarga, ia menuntaskan pendidikan hingga ke perguruan tinggi. Bekal ilmu dan pengalaman yang diraih kemudian ia bawa pulang ke tanah kelahirannya — bukan untuk menikmati kesuksesan sendiri, melainkan untuk membangun bersama.

Rasa cinta mendalam pada tanah kelahiran mendorongnya mendirikan Yayasan Solagracia Duan Lolat Berkei Saumlaki. Nama “Solagracia” memiliki makna mendalam: “Semua Karena Anugerah Tuhan”. Sementara “Duan Lolat Berkei” diambil dari falsafah budaya Tanimbar yang bermakna kebersamaan dan persaudaraan — menjadi fondasi semangat pelayanan yang diusungnya.

Di bawah naungan yayasan ini berdiri dua lembaga pendidikan:

- Sekolah Tinggi Teologi Injili Mahkota Sion Saumlaki (STIMMAS)

- Sekolah Menengah Agama Kristen Sola Gratia Saumlaki (SMAKS)

Kedua lembaga ini hadir menjawab kebutuhan masyarakat Tanimbar akan akses pendidikan menengah dan tinggi yang berkualitas, tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke luar daerah.

“Kami ingin anak-anak Tanimbar punya pilihan. Tidak perlu jauh-jauh ke Ambon atau kota lain untuk kuliah. Di sini juga bisa, dengan biaya terjangkau dan mutu yang baik,” tegas Pendeta Yusak.

Yayasan berkomitmen mencetak generasi muda yang beriman, berilmu, serta berkarakter dan berbudaya. Kurikulum yang diterapkan memadukan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai luhur budaya Duan Lolat: gotong royong, saling menghargai, dan semangat kerja sama.

Hingga kini, ratusan lulusan SMAKS telah melanjutkan ke berbagai perguruan tinggi, sementara mahasiswa STIMMAS mulai mengisi berbagai sektor pelayanan dan pembangunan, baik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar maupun daerah lainnya.

Kisah hidupnya menjadi inspirasi: anak petani pun mampu membangun lembaga yang memberi manfaat luas. “Jika saya bisa, anak-anak Tanimbar juga pasti bisa. Yang penting mau berusaha, mau berdoa, dan tidak melupakan tanah tempat kita berpijak,” pesannya kepada generasi penerus.

Dengan kehadiran Yayasan Solagracia Duan Lolat Berkei Saumlaki, diharapkan lahir semakin banyak generasi Tanimbar yang cerdas, mandiri, dan siap membangun daerahnya. Semoga Tuhan Yang Mahakuasa senantiasa menyertai kita semua — membangun bumi Duan Lolat sesuai panggilan masing-masing.

Karena Anugerah Tuhan, Terpanggil dari Desa untuk Berkarya dan Melayani dalam Dunia Pendidikan.

(JCS)