Dari Luar Daerah, Plt Kadis Pendidikan Malra Kawal USP Seharian Penuh Lewat Layar Daring

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 09 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Dari Luar Daerah, Plt Kadis Pendidikan Malra Kawal USP Seharian Penuh Lewat Layar Daring

Langgur, TribunNusantara.web.id | Pukul 06.30 WIT, layar-layar di ruang guru mulai menyala. Di sudut-sudut sekolah menengah pertama di Kota Langgur dan sekitarnya, meja pengawas telah rapi, amplop soal tertata, dan daftar hadir terpasang di pintu kelas.

Ujian Satuan Pendidikan (USP) Tahun Pelajaran 2025-2026 resmi dimulai dengan ketegangan yang akrab dan harapan yang selalu baru.

Di antara kesibukan itu, satu layar menampilkan wajah yang tak berada di ruangan yang sama. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tenggara, Binraudha Arif Hanoeboen, menyapa para kepala sekolah dan pengawas dari luar daerah. Sejak pagi hingga petang, ia mengikuti jalannya ujian melalui konferensi video yang difasilitasi dinas.

Bagi sebagian orang, pengawasan mestinya hadir dalam bentuk langkah kaki yang berderap di lorong-lorong sekolah. Namun hari itu, pengawasan hadir lewat sambungan internet. Dari pukul 06.30 hingga 18.00 WIT, ia memantau laporan, menyimak kendala teknis, dan memberi arahan seperlunya. Layar menjadi ruang temu; jarak, sekadar angka.

Seorang pejabat dinas yang meminta namanya tak ditulis mengatakan, agenda luar daerah tak mengurangi perhatian pimpinan terhadap ujian.

“Beliau tetap mengikuti perkembangan sejak pagi. Setiap sekolah melaporkan situasi pelaksanaan, dan jika ada kendala, langsung dibahas,” ujarnya.

Di sekolah-sekolah, para guru menyebut kehadiran virtual itu sebagai suntikan semangat. Bukan karena seremoni, melainkan karena rasa diperhatikan.

“Anak-anak lebih percaya diri ketika tahu pimpinan daerah ikut memantau. Kami pun merasa tidak berjalan sendiri,” kata seorang kepala sekolah.

Ujian, tentu saja, bukan semata soal angka dan kelulusan. Ia adalah cermin tata kelola: tentang disiplin, kesiapan administrasi, dan ketelitian teknis. Di Langgur, pagi itu, semua bergerak serentak dari ruang kelas hingga layar rapat daring. Tak ada yang ingin tersendat.

Momentum ini berkelindan dengan semangat Hari Pendidikan Nasional. Di tengah mobilitas pejabat dan padatnya agenda pemerintahan, pilihan untuk tetap hadir meski lewat layar menjadi pesan tersendiri. Bahwa pengawasan tak selalu harus bertumpu pada kehadiran fisik; komitmen dapat menjelma dalam cara-cara yang menyesuaikan zaman.

Sejumlah kalangan menilai, langkah-langkah yang ditempuh Binraudha Arif Hanoeboen menunjukkan upaya membenahi pendidikan secara bertahap. Bukan lompatan besar yang gaduh, melainkan ketekunan yang konsisten: memastikan proses berjalan, mendengar laporan, dan merespons cepat setiap hambatan.

Menjelang senja, ketika sesi terakhir usai dan lembar jawaban terkumpul, layar-layar itu perlahan dimatikan. Namun pesan yang tertinggal sederhana: di Maluku Tenggara, ujian tak hanya diawasi oleh tatap muka, tetapi juga oleh kesadaran bahwa tanggung jawab bisa melampaui jarak. Di sana, pendidikan dijaga bahkan dari jauh.
 

Writter : Elang Key