Dari Masa Kelam Menuju Pengabdian: Alex Bima Betaubun, Putra Hollat yang Dua Periode Dipercaya Jadi Wakil Rakyat

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 29 September 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Dari Masa Kelam Menuju Pengabdian: Alex Bima Betaubun, Putra Hollat yang Dua Periode Dipercaya Jadi Wakil Rakyat

Dari Masa Kelam Menuju Pengabdian: Alex Bima Betaubun, Putra Hollat yang Dua Periode Dipercaya Jadi Wakil Rakyat

TUAL Tribunnusantara-web.id — Tidak semua perjalanan hidup dimulai dari jalan yang lurus. Ada orang yang harus melewati berbagai tantangan, jatuh-bangun, bahkan berhadapan dengan masa lalu yang tidak mudah, sebelum akhirnya menemukan jalan untuk berubah dan memberikan manfaat bagi orang lain.

Kisah itu tergambar dalam perjalanan hidup Alex Bima Betaubun, sosok yang akrab disapa Bima. Putra Desa Hollat, Kecamatan Kei Besar Utara Timur, Kabupaten Maluku Tenggara, ini tumbuh dari keluarga sederhana. Kedua orang tuanya berprofesi sebagai petani.

Kehidupan keluarga yang sederhana tidak membuat Bima kehilangan semangat untuk menatap masa depan. Sebaliknya, berbagai pengalaman hidup justru menjadi bagian dari proses panjang yang membentuk karakter dan cara pandangnya terhadap kehidupan.29/9/26

Dari Masa Kelam Menemukan Jalan Perubahan

Perjalanan Bima tidak selalu berada dalam fase kehidupan yang mudah. Ia pernah melewati masa yang penuh tantangan, sebuah fase yang kemudian menjadi titik penting dalam perjalanan perubahan dirinya.

Masa lalu tersebut tidak kemudian dijadikan alasan untuk berhenti. Justru dari pengalaman itulah Bima berusaha menemukan jalan baru—meninggalkan kehidupan yang penuh persoalan dan memilih jalan yang lebih positif, produktif, serta memiliki arah pengabdian kepada masyarakat.

Perubahan itu menjadi salah satu bagian paling penting dalam perjalanan hidupnya: dari masa kelam menuju kehidupan yang lebih terang.

Baginya, masa lalu bukan untuk terus diratapi, tetapi menjadi pelajaran agar seseorang mampu memperbaiki diri dan membangun kehidupan yang lebih baik.

Memasuki Dunia Organisasi dan Politik

Proses perubahan dalam kehidupan Bima kemudian berlanjut melalui keterlibatannya dalam organisasi dan kehidupan sosial kemasyarakatan.

Dari ruang organisasi, ia semakin banyak berinteraksi dengan masyarakat, memahami berbagai persoalan yang dihadapi warga, sekaligus membangun jaringan dan pengalaman dalam kehidupan sosial.

Perjalanan tersebut akhirnya membawa Bima memasuki dunia politik.

Ia bergabung dengan PDI Perjuangan, partai politik yang identik dengan simbol banteng, dan mulai menapaki perjalanan politiknya dari bawah.

Politik bagi Bima bukan sekadar persoalan jabatan. Pengalaman hidup yang panjang membuatnya memahami bahwa kepercayaan masyarakat merupakan sesuatu yang harus diperjuangkan dan dipertanggungjawabkan.

Dua Periode Dipercaya Menjadi Wakil Rakyat

Kerja keras dan proses panjang yang dilaluinya kemudian membuahkan kepercayaan dari masyarakat.

Bima berhasil terpilih sebagai anggota DPRD Kota Tual selama dua periode.

Dua periode bukanlah waktu yang singkat. Kepercayaan tersebut menunjukkan adanya perjalanan politik yang tidak hanya dibangun melalui kontestasi, tetapi juga melalui hubungan dengan masyarakat serta pengalaman dalam menjalankan fungsi sebagai wakil rakyat.

Menjadi anggota legislatif berarti membawa aspirasi masyarakat ke ruang pengambilan keputusan. Karena itu, pengalaman hidup Bima sebelum masuk ke dunia politik menjadi bagian penting dalam membentuk perspektifnya sebagai seorang legislator.

Pengalaman Hidup Menjadi Modal Pengabdian

Bima memahami bahwa kehidupan tidak selalu berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan.

Ada masa ketika seseorang berada di bawah, ada masa ketika seseorang harus berjuang untuk bangkit, dan ada pula saat ketika kepercayaan datang setelah perjalanan panjang.

Karena itu, ia memandang setiap fase kehidupan sebagai proses pembelajaran.

Pengalaman dari keluarga sederhana, perjalanan melewati masa sulit, keterlibatan dalam organisasi, hingga akhirnya memperoleh kepercayaan masyarakat sebagai wakil rakyat menjadi rangkaian cerita yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain.

Bagi Bima, keberhasilan bukan hanya tentang posisi yang berhasil diraih, tetapi tentang bagaimana seseorang mampu mengubah dirinya, mempertahankan kepercayaan, dan memberikan arti bagi lingkungan di sekitarnya.

“Kebahagiaan Ada dalam Perjalanan”

Ada satu pandangan yang menggambarkan cara Bima melihat perjalanan kehidupannya:

 “Kebahagiaan harus terus dirasakan dalam perjalanan hidup, bukan hanya menjadi tujuan hidup. Sebab, ketika dalam sebuah perjuangan terdapat tantangan yang besar, berarti keberhasilan yang menanti juga lebih besar.”»

Kalimat tersebut menggambarkan filosofi hidup yang dibangunnya dari berbagai pengalaman.

Baginya, perjalanan menuju keberhasilan tidak harus selalu sempurna. Yang terpenting adalah keberanian untuk berubah, kemauan untuk belajar dari masa lalu, serta konsistensi dalam menjalani proses.

Dari Hollat, Menembus Panggung Politik Kota Tual

Kisah Alex Bima Betaubun juga menjadi gambaran bahwa latar belakang keluarga bukanlah batas akhir dari sebuah cita-cita.

Berangkat dari Desa Hollat dengan latar belakang keluarga petani, Bima kemudian melewati berbagai fase kehidupan hingga akhirnya mendapatkan kepercayaan masyarakat Kota Tual sebagai wakil rakyat selama dua periode.

Perjalanan tersebut tentu tidak terlepas dari berbagai tantangan, kritik, dinamika politik, serta tuntutan untuk terus beradaptasi dengan perubahan zaman.

Namun justru di situlah nilai penting dari sebuah perjalanan: seseorang tidak dinilai hanya dari titik awalnya, tetapi juga dari bagaimana ia menjalani proses dan menentukan arah kehidupannya.

Masa Lalu Sebagai Pelajaran, Masa Depan Sebagai Pengabdian

Kini, perjalanan Alex Bima Betaubun masih terus berlangsung.

Pengalaman hidup, organisasi, dan politik menjadi bagian dari perjalanan panjang yang membentuk dirinya. Dari masa yang penuh tantangan hingga menjadi seorang politisi yang dipercaya masyarakat selama dua periode, kisah Bima memperlihatkan bahwa perubahan dalam kehidupan selalu mungkin terjadi.

Yang terpenting adalah kemauan untuk meninggalkan hal-hal yang tidak baik, berani mengambil jalan baru, dan membangun kepercayaan melalui proses yang panjang.

Dari Hollat menuju panggung politik Kota Tual, perjalanan Bima menjadi cerita tentang perubahan, perjuangan, dan kesempatan kedua.

Sebuah perjalanan yang mengajarkan bahwa masa lalu tidak harus menjadi akhir dari kehidupan. Ia dapat menjadi pelajaran untuk menata masa depan dan menemukan jalan pengabdian.

Editor: Bruce Elang