Dari Mimika untuk NTT: KOTEKA dan Komunitas Kreatif Ubah Panggung Seni Jadi Gerakan Kemanusiaan
Dari Mimika untuk NTT: KOTEKA dan Komunitas Kreatif Ubah Panggung Seni Jadi Gerakan Kemanusiaan
MIMIKA, PAPUA TENGAH Tribunnusantara-web.id — Kepedulian terhadap sesama kembali diwujudkan melalui gerakan komunitas kreatif di Kabupaten Mimika. Kolektif Kreatif Mimika (KOTEKA) bersama sejumlah komunitas seni dan pegiat kreatif menggelar aksi penggalangan dana Peduli NTT dengan memanfaatkan musik dan kreativitas sebagai sarana mengajak masyarakat berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan.
Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, 21–23 Agustus 2026, dengan titik kegiatan di kawasan Pasar Sentral Mimika dan area kuliner.
Aksi ini mempertemukan sejumlah komunitas dari berbagai latar belakang seni dan kreativitas, di antaranya Pengamen Elit (PE), Komunitas Musik Timika (KMT), RAGA KARYA, BLOOD AK, Norrin Art Timika, Dancer Timika, Akustik Timika, serta Miss Bintang Preteen 2026 Mimika, Deonisia Fransisa Welerubun.
Kolaborasi tersebut menjadikan ruang publik sebagai tempat pertunjukan sekaligus ruang partisipasi sosial. Para pegiat seni menampilkan karya dan hiburan, sementara masyarakat diberikan kesempatan untuk berkontribusi melalui penggalangan dana yang dilakukan dalam kegiatan tersebut.
Musik dan Seni Menjadi Medium Solidaritas
Ketua KOTEKA, Kevin Nanlohy, turut terlibat dalam kegiatan yang mempertemukan komunitas kreatif dengan agenda kemanusiaan tersebut.
Bagi komunitas kreatif, kegiatan ini menunjukkan bahwa aktivitas seni tidak selalu berhenti pada panggung hiburan. Ruang kreatif juga dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan sosial dan membuka ruang partisipasi masyarakat.
Dalam konteks aksi Peduli NTT, musik dan seni digunakan sebagai medium untuk membangun perhatian publik terhadap kondisi masyarakat yang membutuhkan dukungan.
Solidaritas tersebut juga menunjukkan bahwa kepedulian tidak selalu dibatasi oleh jarak geografis. Masyarakat di Mimika dapat mengambil bagian dalam aksi sosial yang ditujukan bagi saudara-saudara di Nusa Tenggara Timur.
KOTEKA Dorong Kolaborasi Antar-Komunitas
Selain tujuan penggalangan dana, kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan bagi berbagai komunitas kreatif di Mimika.
Perbedaan bidang seni, karakter komunitas, hingga cara berekspresi tidak menjadi penghalang untuk berkolaborasi dalam satu kegiatan sosial.
Keterlibatan sejumlah komunitas memperlihatkan adanya potensi jejaring kreatif yang dapat dikembangkan lebih jauh, terutama dalam menciptakan kegiatan positif bagi masyarakat dan generasi muda.
Bagi KOTEKA, kolaborasi menjadi salah satu unsur penting dalam membangun ekosistem kreatif yang sehat. Komunitas tidak hanya membutuhkan ruang untuk tampil, tetapi juga ruang untuk bekerja bersama dan memberikan manfaat sosial.
Tiga Hari, Satu Pesan: Kepedulian Tidak Mengenal Jarak
Aksi Peduli NTT yang berlangsung selama tiga hari tersebut menjadi contoh bagaimana ruang publik dapat dimanfaatkan untuk mempertemukan seni, komunitas dan kepedulian sosial.
Dari Mimika, para pegiat kreatif berusaha mengubah aktivitas seni menjadi bagian dari aksi solidaritas bagi masyarakat di daerah lain.
Namun, kegiatan tersebut juga menjadi pengingat bahwa gerakan kemanusiaan membutuhkan kolaborasi yang berkelanjutan. Penggalangan dana hanyalah salah satu bentuk partisipasi, sementara transparansi pengelolaan dan penyaluran bantuan juga menjadi bagian penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
Karena itu, semangat yang dibangun melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi lebih banyak kolaborasi sosial di Mimika, tanpa kehilangan fungsi utama komunitas sebagai ruang berkarya dan berekspresi.
Pada akhirnya, panggung seni tidak hanya berbicara mengenai pertunjukan. Ketika komunitas memilih bergerak bersama untuk tujuan sosial, kreativitas dapat menjadi jembatan yang menghubungkan masyarakat, membangun solidaritas, dan menghadirkan kepedulian dalam bentuk aksi nyata.
Dari Mimika untuk NTT: berbeda wilayah, tetapi tetap satu dalam kemanusiaan.
Penulis: M Gunawan F
Editor: Bruce Elang








































Komentar via Facebook