Dari Modal Rp70 Ribu Jadi Referensi Dunia: Kisah Anak Desa Penemu Biofar SS Resmi Diluncurkan di UI
Tribun-nusantara.web.id. JAKARTA – Sebuah tonggak bersejarah tercatat di dunia literasi dan penelitian Indonesia. Karya bertajuk “Penemu Biofar SS: Anak Desa dari 70 Ribu Mendunia” resmi diluncurkan dalam Seminar dan Bedah Buku bertaraf internasional di Aula G Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI). Karya Muhammad Ja’far Hasibuan, mahasiswa Magister Gizi Kesehatan Masyarakat FKM USU, menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukan penghalang prestasi.
Acara yang digelar Mega Press Nusantara ini dihadiri 500 peserta secara langsung dan 1.500 peserta daring, serta mendapat dukungan resmi Perpustakaan Nasional RI, IKAPI, Kemenpora RI, dan FKM UI. Peluncuran diresmikan atas nama Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo melalui perwakilan pimpinan Polri, Jumat (31/7/2026).
Muhammad Ja’far Hasibuan menceritakan kisah hidupnya yang luar biasa: berasal dari desa terpencil Padang Lawas Utara, anak yatim yang merantau hanya bermodal Rp70.000. Ia membiayai kuliah dengan berjualan roti, namun tak menyurutkan niatnya meneliti hingga melahirkan inovasi Biofar SS.
"Keterbatasan ekonomi dan sosial tidak boleh menjadi tembok penghalang karya ilmiah yang bermanfaat bagi banyak orang. Kepercayaan negara lewat Beasiswa Kapolri menjadi amanah besar yang saya wujudkan dalam riset yang teruji dan bermanfaat, terutama bagi kelompok dengan keterbatasan layanan kesehatan," tegas Ja’far.
Buku setebal lebih dari 400 halaman ini bukan sekadar kisah inspiratif, melainkan karya ilmiah yang mengintegrasikan pengalaman hidup dengan lebih dari 200 referensi lintas disiplin ilmu yang diakui dunia.
Mencakup kerangka teori tingkat tinggi seperti Teori Modal Sosial, Kapabilitas Manusia, Aksi Terencana, Keadilan Kesehatan, hingga teori menengah seperti Psikologi Perkembangan, Resiliensi, Pola Pikir Berkembang, dan Kerangka Implementasi CFIR. Juga dilengkapi metode manajemen ilmiah seperti Prinsip Pareto, Matriks Eisenhower, dan WBS.
Guru Besar FKM UI, Prof. dr. Adang Bachtiar, M.P.H., D.Sc., menilai karya ini sangat istimewa:
"Kisah hidup yang autentik dipadukan dengan teori mutakhir. Kini buku ini sudah menjadi bahan diskusi antar profesor, bahkan membuka peluang bagi Ja’far untuk studi doktoral di Universitas Harvard."
Dalam sambutannya yang dibacakan Irjen Pol Dr. Andry Wibowo, Kapolri menegaskan prestasi ini membuktikan potensi anak bangsa ditentukan oleh kejujuran, disiplin, dan kepedulian, bukan latar belakang harta.
Berbagai apresiasi mengalir deras:
- Kemenpora RI menetapkan Ja’far sebagai Ikon Pemuda Resmi RI;
- Perpustakaan Nasional memasukkan karya ini ke dalam koleksi referensi nasional;
- Akademisi dari UIN Bandung dan FKM USU memuji ketangguhan karakter serta integritas ilmu yang ditampilkan.
Ja’far pun tak lupa berterima kasih kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas kepercayaan dan dukungan pendidikan yang diberikan.
"Ilmu yang saya dapatkan, saya kembalikan lewat karya dan inovasi demi kemaslahatan bersama," pungkasnya.
Kini, kisah perjuangan dan keilmuan Muhammad Ja’far Hasibuan bukan lagi milik pribadi, melainkan menjadi cahaya bagi siapa saja yang ingin membuktikan bahwa mimpi besar bisa diwujudkan dari tempat yang paling sederhana sekalipun.
(Elang)








































Komentar via Facebook