Dari Nabire,Sinyal Politik Baru Muncul: Saleh Alhamid Lanjutkan Komando Hanura, Pieter Yan Magal Perkuat Barisan.
Dari Nabire,Sinyal Politik Baru Muncul: Saleh Alhamid Lanjutkan Komando Hanura, Pieter Yan Magal Perkuat Barisan.
Nabire, Papua Tengah Tribunnusantara-web.id – Peta politik Kabupaten Mimika mulai menunjukkan babak baru. Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Hanura se-Papua Tengah yang digelar pada 17–18 Juni 2026 di Kota Nabire bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan partai, tetapi menjadi panggung konsolidasi kekuatan politik menuju pertarungan politik berikutnya.
Di tengah dinamika dan gelombang politik pasca Pilkada, Saleh Alhamid kembali keluar sebagai nahkoda DPC Partai Hanura Kabupaten Mimika periode 2025–2030. Kepercayaan yang diberikan DPP dan DPD Hanura Papua Tengah menandai bahwa Saleh masih dianggap memiliki kendali dan pengaruh dalam menjaga mesin politik Hanura di tanah Amungsa.
Keputusan ini menjadi perhatian banyak kalangan, mengingat dinamika politik yang sempat mewarnai perjalanan Hanura Mimika pada kontestasi Pilkada sebelumnya. Namun, Saleh menegaskan bahwa mandat tersebut akan dijawab dengan kerja nyata untuk memperkuat organisasi hingga ke akar rumput.
"Kepercayaan ini adalah amanah. Saya akan membangun Hanura yang lebih solid, lebih terbuka, dan semakin dekat dengan masyarakat. Semua kader harus bersatu demi kebesaran partai," tegas Saleh.
Namun kejutan terbesar dalam konsolidasi Hanura Mimika bukan hanya bertahannya Saleh di kursi ketua. Masuknya Pieter Yan Magal menjadi magnet politik tersendiri. Tokoh sentral masyarakat Amungme tersebut kini resmi bersandar di dermaga Hanura, membawa serta pengaruh sosial dan jaringan yang selama ini diperhitungkan dalam dinamika politik Mimika.
Banyak pihak menilai, bergabungnya Pieter Yan Magal bukan sekadar penambahan kader biasa, melainkan sinyal pergeseran kekuatan politik di Mimika. Sebagai figur yang dikenal luas di kalangan masyarakat Amungme, kehadirannya diyakini mampu memperkuat daya tawar politik Hanura, khususnya di wilayah-wilayah yang memiliki ikatan kuat dengan masyarakat adat.
Kombinasi antara kepemimpinan Saleh Alhamid dan hadirnya Pieter Yan Magal menjadi pesan bahwa Hanura Mimika tidak ingin sekadar menjadi penonton dalam panggung politik Papua Tengah. Partai berlambang hati nurani itu kini mengibarkan layar baru, menyusun barisan, dan bersiap memainkan peran yang lebih besar dalam percaturan politik daerah ke depan.
Dermaga Hanura telah terbuka, dan masuknya Pieter Yan Magal bisa menjadi awal dari babak baru pertarungan kekuatan politik di Kabupaten Mimika.
Penulis : Gunawan F
Editor. : Bruce Elang








































Komentar via Facebook