DARI PAROKI WAUR, THAHER HANUBUN TEGASKAN AIN NI AIN HARUS HIDUP DALAM KASIH DAN KERUKUNAN

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 07 Oktober 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

DARI PAROKI WAUR, THAHER HANUBUN TEGASKAN AIN NI AIN HARUS HIDUP DALAM KASIH DAN KERUKUNAN

DARI PAROKI WAUR, THAHER HANUBUN TEGASKAN AIN NI AIN HARUS HIDUP DALAM KASIH DAN KERUKUNAN

WAUR, MALUKU TENGGARA — TribunNusantara-web.id — Pemberkatan Arca Hati Kudus Yesus di Paroki Waur menjadi momentum rohani yang tidak hanya memiliki makna bagi kehidupan iman umat Katolik, tetapi juga menjadi ruang untuk meneguhkan pesan persaudaraan, kasih dan kerukunan di Kabupaten Maluku Tenggara.6/10/26

Dalam sambutannya, Bupati Maluku Tenggara Drs. M. Thaher Hanubun menyampaikan penghormatan kepada Bapak Uskup, para Pastor, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat serta seluruh umat Katolik Paroki Waur yang hadir dalam momentum tersebut.

Thaher mengatakan, kehadiran Arca Hati Kudus Yesus hendaknya tidak dipandang sebatas simbol atau karya seni keagamaan. Lebih dari itu, arca tersebut menjadi pengingat akan kasih Kristus yang tanpa batas, pengampunan serta pengorbanan bagi keselamatan umat manusia.

  “Arca Hati Kudus Yesus bukan sekadar sebuah simbol atau karya seni keagamaan. Ia mengingatkan kita pada kasih Kristus yang tanpa batas, hati yang penuh pengampunan dan pengorbanan bagi keselamatan umat manusia,” pesan Thaher dalam sambutannya.»

Menurutnya, nilai yang terkandung dalam momentum tersebut harus mampu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Iman tidak hanya berhenti pada perayaan keagamaan, tetapi harus melahirkan kepedulian, pelayanan, persaudaraan dan penghormatan terhadap sesama.

Ain Ni Ain Harus Menjadi Kekuatan Bersama

Thaher menegaskan, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara terus mendorong pembangunan daerah dengan menjadikan semangat Ain Ni Ain sebagai bagian penting dalam kehidupan masyarakat.

Bagi masyarakat Kei, persaudaraan bukan sekadar ungkapan, melainkan nilai sosial yang menjadi bagian dari kehidupan bersama.

Karena itu, perbedaan agama, adat, budaya maupun latar belakang tidak boleh menjadi alasan untuk memutus hubungan persaudaraan.

“Sebagai Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, kami terus berkomitmen membangun daerah dengan semangat Ain Ni Ain, saling menghormati dan menjaga persaudaraan di tengah keberagaman agama dan budaya,” demikian pesan Bupati.

Pesan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berbicara mengenai jalan, fasilitas publik, ekonomi maupun infrastruktur. Pembangunan juga membutuhkan fondasi sosial berupa kepercayaan, toleransi dan persaudaraan antarmasyarakat.

Kerukunan Bukan Hanya Tanggung Jawab Tokoh Agama

Dalam kehidupan masyarakat yang plural, kerukunan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen.

Pemerintah memiliki tanggung jawab sesuai kewenangannya untuk menciptakan pelayanan publik yang adil dan ruang kehidupan sosial yang menghormati kebebasan beragama. Pada saat yang sama, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda dan seluruh warga memiliki peran dalam menjaga suasana kehidupan bersama.

Prinsip tersebut memiliki landasan konstitusional. Pasal 28E UUD 1945 menjamin kebebasan beragama dan menjalankan ibadah, sedangkan Pasal 29 ayat (2) UUD 1945 menegaskan jaminan negara terhadap kemerdekaan setiap penduduk untuk memeluk agama dan beribadat menurut agama dan kepercayaannya.

Kerangka pemeliharaan kerukunan umat beragama juga diatur melalui Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan Nomor 8 Tahun 2006, yang antara lain mengatur pedoman pelaksanaan tugas kepala daerah/wakil kepala daerah dalam pemeliharaan kerukunan umat beragama.

Dengan demikian, pesan persaudaraan yang disampaikan dalam momentum pemberkatan tersebut memiliki relevansi lebih luas dalam kehidupan sosial masyarakat Maluku Tenggara.

Hati Kudus Yesus Diharapkan Menjadi Sumber Inspirasi

Thaher berharap kehadiran Arca Hati Kudus Yesus dapat semakin memperkuat kehidupan iman umat Paroki Waur sekaligus menjadi sumber inspirasi untuk membangun kepedulian terhadap sesama.

Ia juga menyampaikan harapan agar Hati Kudus Yesus senantiasa memberikan berkat bagi umat Paroki Waur, keluarga-keluarga serta seluruh masyarakat Kabupaten Maluku Tenggara.

“Kiranya Hati Kudus Yesus senantiasa memberkati umat Paroki Waur, memberkati keluarga-keluarga kita dan memberkati Kabupaten Maluku Tenggara,” ungkapnya.

Momentum pemberkatan Arca Hati Kudus Yesus di Paroki Waur pada akhirnya membawa pesan yang lebih luas: iman harus melahirkan kasih, kasih harus melahirkan kepedulian, dan persaudaraan harus diwujudkan dalam kehidupan nyata.

Di tengah keberagaman Maluku Tenggara, semangat Ain Ni Ain menjadi pesan penting untuk terus menjaga persatuan dan membangun daerah secara bersama-sama.

Editor: Bruce Elang