DARI TIMIKA UNTUK FLORES: SERIBU LILIN MENYALA, DESSY PUTRIKA SERAHKAN BANTUAN UNTUK KORBAN BENCANA NTT
Tribun-nusantara.web.id. TIMIKA, PAPUA TENGAH — Dari ujung timur Indonesia, gelombang solidaritas kemanusiaan mengalir menuju Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ribuan warga Mimika berkumpul dalam Konser Amal Mimika untuk NTT yang digelar di Lapangan Pasar Lama, Timika, Kamis (27/8/2026) malam.
Bukan sekadar konser musik, kegiatan tersebut berubah menjadi panggung kemanusiaan. Masyarakat Mimika bersama berbagai elemen menunjukkan bahwa jarak geografis yang memisahkan Papua dan NTT tidak mampu memutus rasa persaudaraan sesama anak bangsa.
Konser amal tersebut digelar untuk menggalang dukungan dan donasi bagi masyarakat di Flores, NTT, yang terdampak bencana gempa bumi.
Dessy Putrika Serahkan Bantuan: “Jangan Dinilai dari Jumlahnya”
Dalam momentum tersebut, Dessy Putrika, S.E., turut mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan dengan menyerahkan bantuan kepada Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak di atas panggung.
Bantuan tersebut diserahkan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat NTT yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana.
Dessy berharap bantuan yang diberikan dapat membawa manfaat dan menjadi berkah bagi para korban.
“Semoga bantuan yang kami berikan kepada masyarakat NTT yang terkena bencana ini bisa menjadi berkah bagi mereka. Jangan dinilai dari jumlahnya, tetapi dinilai dari rasa kepedulian kita terhadap sesama,” ujar Dessy.
Pesan tersebut menjadi salah satu inti dari konser amal malam itu: kepedulian tidak harus menunggu seseorang menjadi kaya atau memiliki banyak untuk berbagi.
Sedikit yang diberikan dengan ketulusan, menurut semangat kegiatan tersebut, tetap memiliki arti besar bagi mereka yang sedang membutuhkan.
Seribu Lilin Menyala, Doa dan Air Mata Mengalir
Suasana haru semakin terasa ketika Dessy Putrika bersama Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak mengajak para penonton menyalakan lilin.
Seribu lilin dinyalakan bersama sebagai simbol doa, perhatian, solidaritas, dan kepedulian masyarakat Mimika kepada saudara-saudara mereka di NTT.
Lapangan Pasar Lama Timika malam itu berubah menjadi lautan cahaya.
Ribuan titik api lilin terlihat menyala di tengah kerumunan warga. Cahaya kecil tersebut menjadi simbol harapan agar masyarakat NTT yang sedang menghadapi musibah diberikan kekuatan untuk melewati masa-masa sulit.
Suasana semakin emosional ketika pembacaan puisi kemanusiaan dilakukan oleh pembawa acara. Pesan tentang kehilangan, penderitaan, persaudaraan, dan harapan menggugah perasaan para penonton.
Tak sedikit warga yang terlihat meneteskan air mata.
Di tengah cahaya seribu lilin, masyarakat Mimika seolah mengirimkan satu pesan dari tanah Papua:
“Saudara-saudara kami di NTT tidak sendirian.”
Dessy Ajak Warga Mimika Terus Berdonasi
Dessy juga mengajak masyarakat Mimika yang masih ingin memberikan bantuan agar dapat menghubungi panitia atau menggunakan barcode donasi yang telah disediakan.
Bantuan tidak hanya dalam bentuk uang. Masyarakat juga dapat memberikan pakaian layak pakai maupun bentuk bantuan lainnya yang dapat disalurkan kepada warga terdampak bencana.
“Bagi masyarakat Mimika yang ingin membantu basudara kita di NTT, silakan menghubungi panitia atau menggunakan barcode yang sudah disediakan. Kalau ada pakaian yang ingin disumbangkan juga bisa,” ungkapnya.
“Semoga Seribu Lilin Ini Membawa Damai untuk Mimika”
Menariknya, aksi menyalakan seribu lilin tidak hanya ditujukan sebagai simbol solidaritas untuk NTT. Dessy juga berharap cahaya lilin tersebut membawa pesan perdamaian bagi masyarakat Mimika.
“Saya berharap seribu lilin ini juga membawa damai untuk masyarakat Mimika,” harap Dessy.
Pesan tersebut menjadi penutup yang kuat dari sebuah malam penuh haru.
Dari Papua Tengah, masyarakat Mimika menunjukkan bahwa kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah, suku, maupun jarak.
Jika Flores sedang berduka, Mimika ikut merasakan.
Jika saudara di NTT membutuhkan uluran tangan, masyarakat di Papua memilih untuk hadir.
Dari Timika untuk Flores.
Dari Papua untuk NTT.
Seribu lilin menyala untuk kemanusiaan.
Satu Indonesia dalam solidaritas. ????
(Gunawan)








































Komentar via Facebook