Dari Timika untuk Kei: Neri Rahabav Kirim Bantuan bagi Pengungsi Ohoi Maar, Serukan Jaga Persaudaraan

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 31 Maret 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Dari Timika untuk Kei: Neri Rahabav Kirim Bantuan bagi Pengungsi Ohoi Maar, Serukan Jaga Persaudaraan

Langgur, TribunNusantara.web.id |  Solidaritas melintasi laut dan jarak geografis. Dari Kabupaten Mimika, Papua Tengah, bantuan kemanusiaan mengalir untuk warga Ternate yang kini mengungsi di Ohoi Maar, Kabupaten Maluku Tenggara.

Pada Selasa, 31 Maret 2026, Pemimpin Redaksi Tualnews.com, Nerius Rahabav, menyalurkan bantuan berupa pakaian layak pakai kepada warga Muslim asal Danar yang terdampak konflik dan terpaksa meninggalkan rumah mereka.

Bantuan itu diterima langsung oleh keluarga besar Islam Danar di lokasi pengungsian. Penyerahan berlangsung sederhana, namun sarat emosi. Di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih, dukungan dari tanah Papua menjadi penguat moral bagi para pengungsi.

“Ini bukan soal dekat atau jauh, tapi soal rasa kemanusiaan dan persaudaraan,” ujar Nerius dalam keterangannya dari Timika.

Ia menegaskan bahwa kepedulian sosial tidak boleh dibatasi oleh wilayah administratif. Menurutnya, relasi masyarakat Kei dibangun oleh nilai persaudaraan yang telah mengakar jauh sebelum batas-batas geografis menjadi sekat.

Konflik yang memaksa warga mengungsi, kata dia, harus menjadi pelajaran terakhir. Ia mengajak masyarakat Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

“Jangan mau diadu domba dan dibodohi oleh para provokator yang ingin merusak persatuan yang sudah kita jaga selama ini,” katanya.

Rahabav mengingatkan bahwa tindakan kekerasan dan upaya memecah belah bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, hukum adat Larwul Ngabal, serta falsafah hidup masyarakat Kei, Ain Ni Ain—yang menempatkan persaudaraan sebagai fondasi utama kehidupan bersama.

Bagi para pengungsi di Ohoi Maar, bantuan tersebut bukan semata soal pakaian. Ia menjadi simbol bahwa mereka tidak sendiri. Di tengah ketidakpastian, ada pesan yang ditegaskan: kemanusiaan harus tetap menjadi yang utama, dan persatuan tidak boleh runtuh oleh provokasi.

Dari Timika untuk Kei, solidaritas itu menjelma pengingat bahwa jarak tak pernah benar-benar memisahkan ketika nilai persaudaraan masih dijaga.