Dari Tong Sampah Ke rekening Listrik Strategi Baru Pemkot Ambon Atasi Sampah

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 24 Juli 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Dari Tong Sampah Ke rekening Listrik Strategi Baru Pemkot Ambon Atasi Sampah

AMBON, Tribun-nusantara.web.id. Pemerintah Kota Ambon resmi meninggalkan cara lama mengelola sampah. Pola "kumpul-angkut-buang" dinilai sudah tidak relevan dan harus diganti dengan "kurangi, pilah, olah, manfaatkan".

Seruan itu disampaikan dalam Pelatihan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat Menuju Gaya Hidup Berkelanjutan di Negeri Hative Besar, Kecamatan Teluk Ambon, Rabu.

Sambutan Walikota Ambon Bodewin M. Wattimena dibacakan Kepala Dinas LHKP Kota Ambon, Drs. Apries B. Gaspersz, M.Si.

Bodewin menegaskan persoalan sampah di Ambon sudah naik kelas. Bukan lagi urusan bau dan kotor, tapi menyangkut lingkungan, perubahan iklim, hingga ekonomi kerakyatan.

"Pertumbuhan penduduk, pola konsumsi, dan produk sekali pakai terus dongkrak volume sampah. Sementara kapasitas kita terbatas," katanya.

Ia menyebut kunci perubahan ada di rumah tangga. Mulai dari memilah sampah, kurangi plastik sekali pakai, hingga tidak buang sampah sembarangan harus jadi budaya baru.

"Keberhasilan mengelola sampah tidak akan tercapai jika hanya menumpuk beban di pundak pemerintah. Perubahan perilaku dimulai dari rumah masing-masing," tegasnya.

Pemkot mendorong konsep ekonomi sirkular. Sampah rumah tangga yang diolah bisa jadi produk bernilai tambah sekaligus sumber pendapatan keluarga.

Inovasi yang jadi sorotan adalah kolaborasi dengan PT PLN lewat program Bayar Listrik Dengan Sampah.

"Program ini bukan cuma permudah bayar tagihan. Tapi bangun kesadaran baru bahwa sampah punya harga, dan membiasakan masyarakat memilah serta menabung sampah," jelas Bodewin.

Ia berharap program ini tidak berhenti di seremoni. "Harus tumbuh jadi gerakan nyata yang meluas ke seluruh negeri, desa, dan kelurahan di Kota Ambon," harapnya.

Pemkot mengapresiasi dukungan PT PLN UIW Maluku dan Maluku Utara melalui PLN Peduli, Pemerintah Negeri Hative Besar, perguruan tinggi, komunitas lingkungan, dan masyarakat.

Dengan langkah bersama ini, Pemkot menargetkan Ambon menjadi kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

(H.R)