Deizen Berti Lutur Tewas Dibunuh di Kei Besar, Keluarga Desak Polisi Ungkap Dalang dan Motif
Deizen Berti Lutur Tewas Dibunuh di Kei Besar, Keluarga Desak Polisi Ungkap Dalang dan Motif
Langgur, Tribunnusantara-web.id Kasus pembunuhan tragis yang menewaskan Deizen Berti Lutur (29) di Ohoi Fako, Kecamatan Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara, terus menyita perhatian publik.07/05/2026
Keluarga korban mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut, termasuk membongkar dugaan aktor intelektual di balik pembunuhan.
Berdasarkan kronologis yang disampaikan keluarga, konflik bermula dari dugaan pengrusakan dan penebangan tanaman milik keluarga korban pada 27 Maret 2026. Seorang pria berinisial YL alias W disebut melakukan penebangan tanaman di kebun milik orang tua korban, IL alias M, yang berada di belakang rumah keluarga mereka di Ohoi Fako.
Saat ditegur, YL diduga mengeluarkan ucapan tidak pantas terhadap keluarga korban dan mengancam IL menggunakan parang.
Karena masih berada dalam rangkaian kegiatan keagamaan menjelang Paskah 2026, keluarga dari Tual dan Langgur baru mendatangi Ohoi Fako pada Senin, 20 April 2026, dengan tujuan menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.
Namun setelah memastikan adanya kerusakan tanaman dan gagal menemui YL di rumahnya, keluarga memutuskan membawa persoalan itu ke jalur hukum.
Sekitar pukul 14.00 WIT, IL bersama Deizen Berti Lutur berangkat menuju Polsek Kei Besar di Elat menggunakan sepeda motor untuk membuat laporan polisi.
Dalam perjalanan, keduanya diduga dihadang oleh sejumlah orang yang disebut masih memiliki hubungan keluarga dengan YL. Menurut keluarga korban, para pelaku langsung melakukan penikaman dan penganiayaan menggunakan senjata tajam.
IL berhasil melarikan diri dan melapor ke polisi, sementara Deizen hilang usai kejadian tersebut.
Jenazah Deizen akhirnya ditemukan keesokan harinya, Selasa 21 April 2026 sekitar pukul 09.30 WIT, di kawasan Bukit Indah (Ave Maria), Ohoi Bombay, Kecamatan Kei Besar.
Pihak keluarga mengapresiasi langkah Kepolisian Resor Maluku Tenggara yang telah menangkap tiga terduga pelaku. Namun keluarga juga menyoroti penanganan awal perkara oleh aparat Polsek Kei Besar yang dinilai tidak profesional dan memunculkan spekulasi di masyarakat.
Keluarga korban kini meminta polisi melakukan pengembangan kasus, memeriksa seluruh saksi, menggelar ulang perkara secara terbuka, serta mengungkap motif dan dugaan dalang di balik pembunuhan tersebut.
“Atas nama keluarga korban, kami meminta keadilan ditegakkan secara transparan dan profesional,” ujar Sefnat Lutur mewakili keluarga korban.
(*****)








































Komentar via Facebook