Delapan Hari Jelang MPP XXXVII AMGPM, Jalan Hotmix Ohoira-Ohoiren Sepanjang 1-2 KM Rampung

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 11 Oktober 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Delapan Hari Jelang MPP XXXVII AMGPM, Jalan Hotmix Ohoira-Ohoiren Sepanjang 1-2 KM Rampung

Maluku Tenggara Tribunnusantara-web.id — Pekerjaan pengaspalan jalan hotmix di Ohoi Ohoira dan Ohoiren, Kecamatan Kei Kecil Barat, Kabupaten Maluku Tenggara, akhirnya rampung pada Sabtu malam, 10 Oktober 2026. Pekerjaan sepanjang 1,2 kilometer yang dilaksanakan PT Evav Banggun Mandiri ini menjadi bagian dari dukungan infrastruktur menjelang pelaksanaan Musyawarah Pimpinan Paripurna (MPP) XXXVII Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Tahun 2026.

Rampungnya pengaspalan tersebut menjadi kabar positif bagi masyarakat setempat, terutama menjelang pelaksanaan agenda kepemudaan gereja yang dijadwalkan berlangsung di Ohoi Ohoira pada 18 Oktober 2026. Perbaikan akses jalan diharapkan dapat menunjang mobilitas peserta, panitia, tamu undangan, serta masyarakat yang akan mengikuti kegiatan tersebut.11/10/26

Sebelumnya, Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, telah melakukan peninjauan langsung pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Peninjauan itu mencakup kondisi jalan dan sejumlah lokasi pendukung yang dipersiapkan untuk menyambut pelaksanaan MPP XXXVII AMGPM.

Perhatian terhadap kesiapan infrastruktur tersebut menjadi penting mengingat Ohoi Ohoira akan menjadi pusat aktivitas peserta dari berbagai wilayah pelayanan AMGPM. Akses jalan yang memadai bukan hanya mendukung kelancaran kegiatan, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat bagi aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat dalam jangka panjang.

   PT Evav Banggun Mandiri: Pekerjaan Rampung Sesuai Target

Humas PT Evav Banggun Mandiri, Aladin Sukma, mengatakan pekerjaan pengaspalan hotmix sepanjang 1,2 kilometer telah diselesaikan sesuai target pada Sabtu malam, 10 Oktober 2026.

Menurut Aladin, penyelesaian pekerjaan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap kesiapan akses jalan menjelang pelaksanaan MPP XXXVII AMGPM.

“Target pekerjaan telah diselesaikan sesuai harapan. Kami berharap jalan yang telah diaspal ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat maupun peserta yang akan menghadiri MPP XXXVII AMGPM,” ujar Aladin.

Ia berharap jalan yang telah dibenahi tidak hanya bermanfaat selama kegiatan berlangsung, tetapi juga dapat menunjang aktivitas sehari-hari masyarakat Ohoi Ohoira dan Ohoiren.

Meski demikian, manfaat pembangunan jalan dalam jangka panjang tetap bergantung pada kualitas hasil pekerjaan, kesesuaian spesifikasi teknis, sistem drainase, serta pemeliharaan secara berkala.

   Pekerjaan Jalan Harus Memenuhi Standar Teknis dan Ketentuan Hukum

Penyelesaian pengaspalan jalan tidak semata-mata diukur dari selesainya pekerjaan secara fisik. Dalam penyelenggaraan infrastruktur jalan, mutu konstruksi, kesesuaian volume, spesifikasi teknis, keselamatan pengguna, dan pertanggungjawaban pekerjaan juga merupakan aspek penting yang harus diperhatikan.

Hal tersebut sejalan dengan **Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan**, yang menjadi salah satu landasan hukum penyelenggaraan jalan di Indonesia.

Selain itu, pelaksanaan pekerjaan konstruksi juga mengacu pada **Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi**, sebagaimana telah diubah, serta **Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2020 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi**, sebagaimana diubah dengan PP Nomor 14 Tahun 2021.

Dalam aspek teknis, pekerjaan perlu mengikuti standar dan spesifikasi yang berlaku sesuai jenis, status, serta kewenangan jalan. Apabila pekerjaan tersebut merupakan proyek pemerintah yang menggunakan anggaran negara atau daerah, pelaksanaannya juga harus memenuhi ketentuan pengadaan barang/jasa pemerintah dan dokumen kontrak yang berlaku.

Karena itu, keberhasilan pekerjaan pengaspalan sepanjang 1,2 kilometer idealnya tidak hanya dilihat dari tampilan permukaan jalan yang telah beraspal, tetapi juga dari hasil pemeriksaan mutu, kesesuaian volume, dan penerimaan pekerjaan oleh pihak yang berwenang.

   Manfaat Pembangunan Harus Dirasakan Masyarakat

Rampungnya pengaspalan Ohoira–Ohoiren menjelang pelaksanaan MPP XXXVII AMGPM menjadi momentum untuk memastikan bahwa pembangunan infrastruktur memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.

Dengan akses yang lebih baik, mobilitas warga diharapkan semakin lancar, perjalanan menjadi lebih nyaman, dan kegiatan sosial maupun ekonomi masyarakat dapat berjalan lebih optimal.

Pelaksanaan MPP XXXVII AMGPM pada 18 Oktober 2026 pun diharapkan berlangsung lancar dengan dukungan infrastruktur yang memadai. Namun, manfaat sesungguhnya dari pembangunan tersebut akan terlihat dari keberlanjutan fungsi jalan setelah kegiatan selesai, termasuk kualitas konstruksi dan pemeliharaannya.

**Kini, perhatian berikutnya bukan hanya pada rampungnya pengaspalan, melainkan juga pada terjaminnya mutu pekerjaan agar jalan tersebut benar-benar menjadi aset publik yang bermanfaat bagi masyarakat Ohoi Ohoira dan Ohoiren.**

**Editor: Bruce Elang**