Delli Singgih: Persatuan Adalah Kekuatan Bangsa

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 25 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Delli Singgih: Persatuan Adalah Kekuatan Bangsa

Delli Singgih: Persatuan Adalah Kekuatan Bangsa

JAKARTA, Tribunnusantara-web.id  — Ketua Dewan Penasehat Setya Kita Pancasila, Delli A. Singgih, menegaskan pentingnya menjaga persatuan sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, keberagaman Indonesia harus menjadi kekuatan bersama, bukan ruang untuk mempertajam perbedaan.

Pernyataan tersebut disampaikan bertepatan dengan momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 H. Delli mengajak masyarakat menjadikan keteladanan Rasulullah sebagai inspirasi dalam membangun sikap saling menghormati, toleransi, dan menjaga hubungan antarsesama.25/08/2026

Menurut Delli, tantangan menjaga persatuan semakin kompleks di tengah dinamika sosial dan derasnya arus informasi. Karena itu, masyarakat perlu lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi konflik dan perpecahan.

 “Persatuan adalah rumah besar kita. Di dalamnya ada keberagaman suku, agama, ras, dan golongan. Kalau rumah ini retak, maka semua yang ada di dalamnya akan runtuh,” tegas Delli.»

Persatuan Bukan Sekadar Slogan

Delli menilai persatuan tidak cukup hanya diwujudkan melalui slogan atau seruan, tetapi harus tercermin dalam perilaku sehari-hari.

Ia menyebut setidaknya terdapat tiga hal penting yang perlu menjadi perhatian.

Pertama, persatuan sebagai kekuatan bangsa.

Menurut Delli, masyarakat yang mampu menjaga kebersamaan akan lebih kuat menghadapi berbagai upaya yang berpotensi memecah belah. Perbedaan pilihan, pandangan, maupun latar belakang tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling bermusuhan.

Kedua, persatuan sebagai bagian dari upaya mewujudkan keadilan sosial.

Delli berpandangan bahwa semangat kebersamaan harus diarahkan pada kepentingan masyarakat luas, termasuk mendorong pengelolaan sumber daya dan pembangunan yang memberikan manfaat secara adil bagi seluruh rakyat.

Ketiga, persatuan sebagai pengamalan nilai Pancasila.

Menurutnya, menghormati perbedaan, saling membantu, serta memperlakukan sesama secara adil merupakan bagian dari pengamalan nilai kemanusiaan dan persatuan dalam Pancasila.

 “Menjaga persatuan artinya kita menghargai perbedaan. Saling tolong dan saling menghormati. Itu adalah cerminan sila kedua dan ketiga Pancasila,” ujarnya.»

Kader Diminta Jadi Perekat

Delli juga mengajak kader dan simpatisan Setya Kita Pancasila untuk mengambil peran sebagai perekat sosial di lingkungan masing-masing.

Ia meminta para kader tidak menjadi bagian dari penyebaran kebencian maupun konflik, tetapi berupaya menjadi penengah ketika muncul perbedaan di tengah masyarakat.

 “Jangan jadi pemecah. Jadilah penengah. Jangan menyebarkan kebencian. Tebarlah kasih,” pesannya.»

Momentum Maulid Nabi, lanjut Delli, juga menjadi kesempatan untuk memperkuat nilai-nilai keteladanan Rasulullah, seperti kejujuran, keadilan, toleransi, dan kepedulian terhadap sesama.

Ia berharap nilai-nilai tersebut tidak berhenti pada peringatan seremonial, tetapi diterapkan dalam kehidupan sosial dan kebangsaan.

“Teladani akhlak Rasulullah, kuatkan persatuan, dan amalkan Pancasila,” pungkasnya.

Editor: Bruce Elang