Denting Besi di Mangga Dua Berujung Penangkapan: Polisi Gagalkan Rencana Tawuran dengan Puluhan Panah Wayer

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 20 Maret 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Denting Besi di Mangga Dua Berujung Penangkapan: Polisi Gagalkan Rencana Tawuran dengan Puluhan Panah Wayer

Langgur, TribunNusantara.web.id | Langit senja di Kompleks Mangga Dua, Langgur, Maluku Tenggara, belum sepenuhnya gelap ketika suara dentingan besi memecah keheningan, Kamis, 20 Maret 2026. Bunyi itu mengundang kecurigaan aparat yang tengah berpatroli dalam rangka Operasi Ketupat.

Dipimpin Kapolsek Kei Kecil, Iptu Charles Kormonyanan, personel gabungan dari Pos Pengamanan bersama pemerintah dan pemuda Ohoi Langgur menyisir kawasan tersebut dengan berjalan kaki. Sumber suara segera ditemukan: sekelompok pemuda tengah menempa besi, memotong, dan mengasahnya menggunakan mesin gerinda.

Di antara mereka, dua orang A.J.R alias Jordi dan A.P.O alias Paul tertangkap tangan saat membuat anak panah wayer, sejenis senjata tajam rakitan yang kerap digunakan dalam aksi kekerasan jalanan.

Kapolres Maluku Tenggara, Rian Suhendi, mengungkapkan bahwa dari lokasi kejadian, polisi menyita puluhan anak panah wayer, paku, martil, hingga mesin gerinda. “Keduanya langsung diamankan bersama barang bukti ke Mapolres,” ujarnya dalam konferensi pers didampingi Kasat Reskrim Barry Talabessy.

Dari hasil pemeriksaan intensif, terungkap bahwa senjata-senjata tersebut diduga akan digunakan dalam aksi tawuran di kawasan Mangga Dua. Polisi menilai rencana itu berpotensi memicu konflik yang lebih luas jika tidak segera digagalkan.

Kini, kedua pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Mereka dijerat dengan pasal terkait kepemilikan dan pembuatan senjata tajam ilegal, dengan ancaman hukuman hingga tujuh tahun penjara.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa potensi kekerasan di ruang publik kerap berawal dari aktivitas tersembunyi yang luput dari perhatian. Kepolisian setempat pun mengintensifkan langkah pencegahan, mulai dari patroli rutin hingga pelibatan masyarakat melalui program Polisi Lingkungan (Polima).

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk proaktif melaporkan jika menemukan indikasi tindak pidana,” kata Rian. Ia juga mengimbau para pemuda untuk tidak terlibat dalam kepemilikan maupun penggunaan senjata tajam ilegal yang dapat merusak masa depan mereka sendiri.

Di Mangga Dua, denting besi malam itu bukan sekadar suara kerja bengkel. Ia menjadi sinyal dini dari potensi kekerasan yang, kali ini, berhasil dihentikan sebelum sempat terjadi.