Di Antara Takbir dan Air Mata, Bupati Lepas Kepergian Achmad Dahlan Tamher

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 18 Februari 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Di Antara Takbir dan Air Mata, Bupati Lepas Kepergian Achmad Dahlan Tamher

Langgur, TribunNusantara.web.id | Halaman Masjid Agung Raudhah, Langgur, Rabu siang, dipenuhi wajah-wajah muram. Ratusan aparatur sipil negara, anggota DPRD, unsur Forkopimda, tokoh agama, dan keluarga besar berkumpul dalam satu suasana: melepas kepergian almarhum Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Maluku Tenggara, Achmad Dahlan Tamher.

Di tengah barisan pelayat, Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, berdiri memimpin upacara pelepasan jenazah. Suaranya terdengar bergetar, sesekali tertahan, ketika ia menyampaikan kesaksian yang membuat suasana semakin hening.

“Saya sampaikan ini supaya jangan ada cerita-cerita lain. Saya adalah saksi hidup saat cucu saya menghembuskan napas terakhir,” ujarnya di hadapan hadirin.

Menurut Bupati, almarhum wafat di dalam masjid, sesaat sebelum azan Magrib berkumandang. Ia menyebut, Achmad Dahlan Tamher mengembuskan napas terakhir setelah melafalkan tahmid, di penghujung bulan Sya’ban, menjelang datangnya Ramadan.

“Beliau menghembuskan napas terakhir di rumah Allah, dalam keadaan berdzikir. Kurang lebih satu menit sebelum azan Magrib,” kata Bupati.

Suasana seketika berubah. Beberapa pelayat menundukkan kepala. Ada yang mengusap air mata. Bagi banyak orang di Langgur, kisah wafat di masjid, dalam keadaan berdzikir, bukan sekadar kabar duka—melainkan kisah perpisahan yang diyakini sebagai husnul khatimah.

“Satu pihak kita bersedih, satu pihak kita kehilangan. Tapi satu pihak ini kematian yang luar biasa menurut pandangan para ulama,” ujarnya.

Bupati juga menegaskan bahwa almarhum telah wafat di masjid, bukan di rumah sakit. Ia hanya membawa almarhum ke rumah sakit untuk memastikan kondisi medis.

“Sampai di sana memang sudah tidak ada. Tidak adanya itu di masjid, bukan di rumah sakit,” katanya.

Bagi Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, kepergian Achmad Dahlan Tamher bukan sekadar kehilangan pejabat struktural. Ia dikenal sebagai sosok pekerja keras yang memegang sejumlah jabatan penting: Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Ketua LPTQ, sekaligus Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah.

Sebagai Kepala Dukcapil, ia disebut membawa perubahan dalam pelayanan administrasi kependudukan, terutama bagi warga di wilayah Kei Besar. Jika sebelumnya warga harus menempuh perjalanan jauh ke Langgur untuk mengurus KTP, kini pelayanan bisa dilakukan di kecamatan masing-masing.

“Itu adalah perjuangan dari saudara kekasih cinta kita, Dahlan Tamher,” kata Bupati.

Sebagai PLT Sekda, almarhum juga disebut berperan menjaga stabilitas pemerintahan. Ia bahkan tengah merangkum catatan strategis untuk evaluasi satu tahun pemerintahan yang sedianya dipaparkan pada 20 Februari. Agenda itu kini berubah menjadi doa dan tahlilan untuknya.

Di hadapan ratusan pelayat, Bupati juga memohonkan maaf atas nama almarhum.

“Kalau ada hal-hal yang tidak berkenan di hati saudara-saudara, dari mimbar ini saya mohon untuk dimaafkan,” ujarnya.

Ia meminta hadirin menjawab serentak sebagai tanda keikhlasan memaafkan. Suara “dimaafkan” terdengar bersahut, pelan namun kompak, menyatu dengan isak tangis yang tak lagi bisa ditahan.

Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara kemudian secara resmi melepas jenazah untuk dimakamkan di kampung halamannya, Fair (Ver), dekat keluarga besar almarhum.

Bupati menutup sambutannya dengan kalimat yang terdengar seperti percakapan terakhir kepada orang yang dicintai.

“Lan, cucu yang baik hati, kau sudah banyak melakukan sesuatu untuk Maluku Tenggara. Insya Allah Allah mengampuni dosa dan kesalahanmu.”

Upacara diakhiri dengan penghormatan terakhir dari unsur TNI-Polri dan ASN. Peti jenazah perlahan diusung, diiringi doa, langkah-langkah pelan, dan kesunyian yang terasa lebih berat dari biasanya.

Di halaman masjid itu, duka bukan hanya milik keluarga, tetapi juga milik sebuah pemerintahan yang baru saja kehilangan salah satu pengabdi paling setianya.

 

(Evav)