Di Ohoi Letman, Gubernur Hendrik Lewerissa Serahkan Bansos dan Bicara Peluang Kerja dari Proyek Masela

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 11 Maret 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Di Ohoi Letman, Gubernur Hendrik Lewerissa Serahkan Bansos dan Bicara Peluang Kerja dari Proyek Masela

Langgur, TribunNusantara.web.id |  Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyerahkan bantuan sosial kepada warga sekaligus mengikuti buka puasa bersama masyarakat Ohoi Letman, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Selasa, 10 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung dalam suasana Ramadan itu dimanfaatkan pemerintah daerah untuk mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menyampaikan sejumlah agenda pembangunan di Maluku.

Acara tersebut dihadiri Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun, Wakil Bupati Charlos Viali Rahantoknam, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRD Provinsi Maluku dan DPRD Maluku Tenggara, pejabat organisasi perangkat daerah, serta tokoh agama, adat, dan pemuda setempat.

Dalam sambutannya, Lewerissa mengatakan kegiatan berbagi bantuan sembako dan buka puasa bersama bukan sekadar agenda seremonial pemerintah. Menurut dia, momentum Ramadan seharusnya menjadi ruang memperkuat solidaritas sosial dan persaudaraan di tengah masyarakat Maluku.

“Momentum keagamaan seperti ini penting untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat rasa persaudaraan di antara kita sebagai orang basudara,” kata Lewerissa.

Ia juga mengingatkan bahwa Ramadan yang telah memasuki 20 hari merupakan kesempatan bagi umat Muslim memperbanyak amal kebaikan serta memperkuat nilai kejujuran, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama. Bantuan sembako yang disalurkan pemerintah, kata dia, diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan pokok masyarakat menjelang Idulfitri.

Dampak Efisiensi Anggaran

Dalam kesempatan itu, Lewerissa juga menjelaskan kondisi keuangan daerah yang saat ini dipengaruhi kebijakan efisiensi anggaran nasional. Ia menyebut, setelah dirinya dan Wakil Gubernur Abdullah Fanani dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025, pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan efisiensi belanja melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025.

Menurut dia, kebijakan tersebut membuat dana transfer ke daerah menjadi lebih terbatas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Namun di sisi lain, sejumlah program kementerian dan lembaga kini langsung dijalankan di daerah.

Sebagai contoh, ia menyebut program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Pada 2025 Maluku hanya memperoleh 81 unit rumah untuk diperbaiki. Pada 2026 jumlahnya meningkat tajam menjadi 2.998 unit.

Untuk Kabupaten Maluku Tenggara, pemerintah pusat menyiapkan sekitar 200 unit rumah pada tahap pertama sebelum dilanjutkan dengan tahap berikutnya.

Selain itu, pemerintah pusat juga menjalankan program pembangunan kampung nelayan serta pembangunan dan renovasi ruang belajar untuk SMA, SMK, dan SLB di sejumlah wilayah Maluku.

Peluang Kerja dari Blok Masela

Lewerissa juga menyinggung rencana pengembangan proyek energi besar di Maluku, yakni proyek Blok Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Proyek tersebut diperkirakan menyerap sekitar 15 ribu hingga 20 ribu tenaga kerja.

Ia mendorong generasi muda Maluku, termasuk dari Maluku Tenggara, agar mempersiapkan diri untuk memanfaatkan peluang kerja tersebut.

Salah satu bidang yang menurutnya memiliki kebutuhan tenaga kerja besar adalah profesi keamanan atau sekuriti yang memiliki sertifikasi resmi.

“Tenaga sekuriti yang dibutuhkan nanti jumlahnya juga sangat banyak. Ini peluang bagi anak-anak kita untuk bekerja,” ujar Lewerissa.

Perjuangan Daerah Kepulauan

Selain pembangunan ekonomi, Lewerissa menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperjuangkan pengesahan Undang-Undang Daerah Kepulauan.

Menurut dia, selama puluhan tahun daerah kepulauan seperti Maluku diperlakukan sama dengan daerah daratan dalam perhitungan dana transfer dari pemerintah pusat, padahal karakter wilayahnya sangat berbeda.

Ia menjelaskan bahwa luas daratan Maluku hanya sekitar 6,4 persen, sementara wilayah lautnya mencapai lebih dari 70 persen. Kondisi geografis tersebut membuat biaya pembangunan dan pelayanan publik menjadi jauh lebih besar.

Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong agar rancangan undang-undang tersebut segera dibahas dan disahkan DPR sehingga dapat memberikan perhatian lebih besar bagi wilayah kepulauan.

Jaga Keamanan Daerah

Di akhir sambutannya, Lewerissa mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas keamanan daerah. Menurut dia, keamanan merupakan faktor utama agar investasi dan pariwisata dapat berkembang di Maluku Tenggara.

Ia meminta masyarakat tidak memperbesar persoalan pribadi hingga berkembang menjadi konflik komunal yang melibatkan kampung atau kelompok tertentu.

“Kalau ada masalah pribadi, selesaikan sesuai hukum yang berlaku. Jangan kita jadikan masalah orang per orang menjadi masalah kampung,” kata dia.

Menurut Lewerissa, Maluku Tenggara memiliki potensi alam yang luar biasa indah. Karena itu, masyarakat diharapkan menjaga kerukunan dan persaudaraan agar daerah tersebut semakin menarik bagi wisatawan dan investor.

Kegiatan di Ohoi Letman kemudian ditutup dengan penyerahan bantuan sembako secara simbolis kepada warga serta dilanjutkan dengan buka puasa bersama masyarakat setempat.