Di Tengah Tekanan Global, Pasar Modal Maluku-Maluku Utara Justru Tumbuh Pesat Didominasi Anak Muda

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 24 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Di Tengah Tekanan Global, Pasar Modal Maluku-Maluku Utara Justru Tumbuh Pesat  Didominasi Anak Muda

AMBON,Tribun-nusantara.web.id. Meski pasar modal nasional masih bergejolak akibat ketidakpastian ekonomi global, wilayah Maluku dan Maluku Utara justru mencatat pertumbuhan investor yang luar biasa masif. Hal ini diungkapkan Pelaksana Harian Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Maluku dan Maluku Utara, Rahma Artika Salampessy, dalam kegiatan Media Gathering bersama insan pers yang berlangsung di Hotel Biz Ambon, Senin (24/8/2026).

Rahma memulai dengan menyampaikan kondisi pasar modal secara nasional per 20 Agustus 2026:

-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di level 6.048 poin, turun sekitar 4,81% sejak awal tahun

-Kondisi pasar saham mengalami penurunan sekitar 4%, dipengaruhi eskalasi konflik di Timur Tengah, ketegangan geopolitik, serta penurunan peringkat kredit ekonomi global yang ikut menekan pasar keuangan

-Kapitalisasi pasar berada di angka Rp11.421 triliun, turun sekitar 3,94%

-Jumlah perusahaan tercatat (emiten) mencapai 962 perusahaan, dengan tambahan 7 emiten baru yang menghimpun dana sekitar Rp2,1 triliun; masih ada 4 perusahaan dalam proses menuju akhir tahun

"Meski pasar sedang mengalami penurunan, justru rata-rata nilai transaksi harian meningkat sekitar 21,05% — mencapai Rp15,78 triliun per hari. Artinya, aktivitas pasar tetap hidup dan likuid."

Jumlah investor pasar modal nasional kini telah menembus 10,1 juta orang, naik sekitar 17,48% atau bertambah lebih dari 4 juta investor dalam kurun waktu setahun terakhir.

Di tengah tekanan global, wilayah Maluku dan Maluku Utara justru menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan:

Data Pertumbuhan Investor:

-Sepanjang 2025: Jumlah investor pasar modal di Maluku tumbuh 28% (tambah ±14.000 orang); investor saham naik 44%

-Per Juni 2026: Pertumbuhan investor pasar modal mencapai 43% dibandingkan awal tahun — di tengah kondisi pasar yang lesu secara global dan nasional

-Total investor pasar modal Maluku: 56.000 orang, melampaui target tahunan sebesar 52.000 orang lebih cepat dari jadwal

-Maluku Utara: Tercatat 73.961 investor pasar modal

Profil Investor:

-Usia: Didominasi usia 18–25 tahun (38%), diikuti 26–30 tahun (21%), dan 31–40 tahun (24%) — anak muda mendominasi pasar modal di wilayah ini

-Pekerjaan: Karyawan swasta (31%), pelajar/mahasiswa (20%), ASN/PNS hanya 8%, pengusaha 14%, guru 20%, ibu rumah tangga 8%

-Sebaran: 51% terpusat di Ambon, sehingga BEI terus mendorong pemerataan ke kabupaten/kota lain

"Yang patut dibanggakan: di tengah pasar yang sedang turun, justru anak-anak muda kita yang paling banyak masuk berinvestasi. Transaksi sudah serba online, buka rekening GRATIS, modal bisa mulai dari nominal kecil — ini yang membuat pelajar dan mahasiswa antusias," jelas Rahma.

Untuk menjaga momentum ini, BEI Maluku dan Maluku Utara terus memperluas kolaborasi:

-13 Perguruan Tinggi telah menjalin kerja sama literasi pasar modal

-19 Sekolah (11 SMA, 5 SMK, 3 Madrasah Aliyah) menjadi mitra sosialisasi

-Hanya ada 2 perusahaan sekuritas di Ambon, namun berkembangnya teknologi dan aplikasi perbankan (seperti BRImo, Mandiri Sekuritas) semakin memudahkan masyarakat berinvestasi

-Target akhir 2026: 52.000 investor baru — pencapaian hingga Juni sudah melampaui 125% dari target

Rahma menegaskan bahwa pertumbuhan masif ini membuktikan bahwa masyarakat Maluku dan Maluku Utara semakin melek keuangan dan memahami peluang investasi, terlepas dari gejolak pasar global.

"Kami berharap ke depannya pertumbuhan ini tidak hanya di Ambon, tapi merata ke seluruh kabupaten dan kota. Literasi pasar modal harus terus disebarkan, agar masyarakat kita tidak hanya menyimpan uang, tapi juga ikut membangun ekonomi melalui pasar modal," pungkas Rahma Artika Salampessy.

(H.R)