Dinkes Mimika Tancap Gas Bangun Fasilitas Kesehatan, Layanan Udara Jadi Andalan Jangkau Pedalaman

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 23 Juli 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Dinkes Mimika Tancap Gas Bangun Fasilitas Kesehatan, Layanan Udara Jadi Andalan Jangkau Pedalaman

Dinkes Mimika Tancap Gas Bangun Fasilitas Kesehatan, Layanan Udara Jadi Andalan Jangkau Pedalaman

TIMIKA, Papua Tengah Tribunnusantara-web.id  – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kesehatan terus mengakselerasi pemerataan layanan kesehatan dengan mempercepat pembangunan fasilitas kesehatan serta memperkuat layanan transportasi udara menuju wilayah pedalaman, pesisir, dan daerah terpencil yang selama ini sulit dijangkau.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah memastikan tidak ada lagi masyarakat yang kehilangan akses pelayanan kesehatan hanya karena kendala geografis.23/07/2026

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Godfried Maturbongs, menegaskan pembangunan sektor kesehatan tidak boleh terpusat di kawasan perkotaan. Menurutnya, pelayanan kesehatan harus hadir hingga ke kampung-kampung terpencil sebagai bentuk keadilan bagi seluruh masyarakat Mimika.

"Saat ini sejumlah proyek pembangunan fasilitas kesehatan masih dalam tahap review bersama konsultan perencanaan. Proses ini dilakukan agar perencanaan yang telah disusun dapat disesuaikan dengan perkembangan harga material dan biaya konstruksi tanpa mengurangi kualitas pekerjaan," ujarnya.

Godfried menjelaskan, sebagian besar proyek yang kini direview merupakan program yang telah dirancang sejak periode 2020–2025. Penyesuaian dilakukan agar pembangunan tetap realistis dengan kondisi ekonomi saat ini.

Meski demikian, ia menegaskan proses review tidak boleh menjadi alasan tertundanya pembangunan.

 "Prinsip kami jelas, pembangunan harus tetap berjalan. Penyesuaian dilakukan agar seluruh pekerjaan sesuai aturan, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan," tegasnya.

Untuk menjaga transparansi dan meminimalkan potensi kesalahan administrasi, Dinas Kesehatan juga menggandeng Kejaksaan sebagai pendamping hukum dalam setiap tahapan pelaksanaan proyek, mulai dari perencanaan, penganggaran hingga pembangunan fisik.

Dana Otsus Dorong Pelayanan Hingga Pelosok

Selain membangun fasilitas kesehatan, Pemerintah Kabupaten Mimika juga mengoptimalkan Dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk memperkuat pelayanan kesehatan di wilayah yang sulit dijangkau.

Sekitar Rp9 miliar Dana Otsus dialokasikan untuk mendukung transportasi pelayanan kesehatan, termasuk sekitar Rp7 miliar khusus bagi layanan transportasi udara.

Menurut Godfried, kondisi geografis Mimika yang luas dengan wilayah pegunungan, pesisir, rawa, serta akses darat yang terbatas membuat transportasi udara menjadi kebutuhan utama dalam pelayanan kesehatan.

"Pelayanan kesehatan di pedalaman tidak mungkin hanya mengandalkan jalur darat. Dukungan transportasi udara menjadi solusi agar tenaga kesehatan, logistik medis, hingga pasien darurat dapat dilayani dengan cepat," jelasnya.

Melalui sistem kontrak layanan penerbangan, setiap puskesmas di wilayah terpencil akan memperoleh alokasi penerbangan sesuai kebutuhan pelayanan. Fasilitas tersebut tidak hanya digunakan untuk mobilisasi tenaga kesehatan, tetapi juga evakuasi pasien dalam kondisi darurat.

  "Untuk keadaan emergency sudah disiapkan slot penerbangan khusus sehingga penanganan pasien dapat dilakukan lebih cepat," katanya.

Misi Kemanusiaan, Bukan Sekadar Transportasi

Godfried menegaskan, program transportasi udara bukan sekadar penyediaan akses penerbangan, tetapi merupakan bagian dari misi kemanusiaan agar masyarakat di pedalaman tetap memperoleh hak pelayanan kesehatan yang setara.

Ia mengatakan proses pengadaan layanan udara telah melalui tahapan review, penayangan hingga tender agar seluruh penggunaan anggaran memenuhi prinsip akuntabilitas.

   "Dana Otsus harus dikelola secara transparan dan bertanggung jawab. Karena itu kami menggunakan sistem kontrak agar seluruh penggunaan anggaran memiliki dasar hukum yang jelas," ujarnya.

Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, lanjut Godfried, menjadi pelajaran penting agar setiap program dilaksanakan sesuai regulasi sehingga tidak menimbulkan persoalan hukum maupun administrasi di kemudian hari.

Apresiasi untuk Tenaga Kesehatan di Garis Depan

Di tengah berbagai tantangan geografis, Dinas Kesehatan Mimika memberikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan yang tetap menjalankan tugas di wilayah pesisir dan pedalaman.

Menurut Godfried, para tenaga kesehatan tersebut merupakan ujung tombak pelayanan sekaligus pejuang kemanusiaan yang bekerja dalam kondisi penuh keterbatasan.

  "Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan yang terus mengabdi di wilayah pesisir dan pedalaman. Mereka adalah pejuang kemanusiaan yang memastikan masyarakat tetap memperoleh pelayanan kesehatan, meski harus menghadapi medan yang berat," tuturnya.

Pemerintah Kabupaten Mimika menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sistem pelayanan kesehatan yang merata, berkualitas, dan berkeadilan.

"Bagi Pemerintah Kabupaten Mimika, jarak dan medan yang sulit tidak boleh menjadi penghalang hadirnya pelayanan kesehatan. Dari pusat kota hingga pelosok pedalaman, negara harus hadir memastikan setiap warga memperoleh hak atas layanan kesehatan yang layak."

Penulis: Gunawan F

Editor: Bruce Elang