Dipukul Sampai Cacat Demi Pengakuan?” — Dugaan Penyiksaan di Balik Kasus Ririn Rifanto Guncang Publik

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 09 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Dipukul Sampai Cacat Demi Pengakuan?” — Dugaan Penyiksaan di Balik Kasus Ririn Rifanto Guncang Publik

? “Dipukul Sampai Cacat Demi Pengakuan?” — Dugaan Penyiksaan di Balik Kasus Ririn Rifanto Guncang Publik

INDRAMAYU, Tribunnusantara-web.id Aroma busuk dugaan kekerasan aparat kembali menyeruak.

Ririn Rifanto, terdakwa dalam kasus pembunuhan, mengungkap pengakuan mengejutkan yang membuat publik bergidik.09/05/2026 Ia mengaku dipukuli, ditekan, hingga mengalami cacat permanen saat menjalani pemeriksaan, hanya demi memaksanya mengaku atas kasus yang disebut tidak pernah ia lakukan.

Jika pengakuan ini benar, maka yang sedang dipertontonkan bukan penegakan hukum — melainkan praktik intimidasi yang mencabik rasa keadilan rakyat kecil.

Bagaimana mungkin hukum mencari kebenaran dengan cara kekerasan?

Bagaimana rakyat bisa percaya pada proses hukum jika pengakuan diduga lahir dari siksaan, bukan fakta?

Kasus ini memunculkan pertanyaan besar terhadap wajah penegakan hukum di negeri ini.                        

Sebab ketika seseorang bisa dipaksa mengaku lewat penderitaan fisik dan mental, maka siapa pun sesungguhnya bisa menjadi korban berikutnya.

Keadilan seharusnya melindungi warga, bukan menghancurkan hidup seseorang demi mengejar target perkara.

Negara tidak boleh kalah oleh praktik brutal yang mencederai hak asasi manusia.

Publik kini menanti:

Apakah dugaan penyiksaan ini akan diusut secara transparan?

Ataukah kembali tenggelam dalam sunyi, sementara korban menanggung luka seumur hidup?

#BeritaViral #BeritaTerkini #Indramayu #RirinRifanto #StopPenyiksaan #HakAsasiManusia #KeadilanUntukRakyat #PolresIndramayu #ViralIndonesia

“Elang Kei”