DIR INTEL POLDA MALUKU DAN YAYASAN CTNE BANGUN SINERGITAS, PESAN KUAT: MALUKU JANGAN DIBIARKAN DIPECAH BELAH

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 28 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

DIR INTEL POLDA MALUKU DAN YAYASAN CTNE BANGUN SINERGITAS, PESAN KUAT: MALUKU JANGAN DIBIARKAN DIPECAH BELAH

DIR INTEL POLDA MALUKU DAN YAYASAN CTNE BANGUN SINERGITAS, PESAN KUAT: MALUKU JANGAN DIBIARKAN DIPECAH BELAH

AMBON Tribunnusantara-web.id — Langkah membangun sinergitas antara elemen masyarakat dan aparat keamanan mulai diperkuat di Maluku. Pertemuan antara DIR INTEL POLDA MALUKU dengan Ketua Umum Yayasan CAHAYA TIMUR NUSANTARA EMAS (CTNE), JEFRI TUWUL, disebut menjadi sinyal penting bahwa stabilitas dan persatuan daerah harus dijaga bersama di tengah berbagai dinamika sosial yang berkembang.

Pertemuan tersebut bukan sekadar agenda formalitas biasa. Di balik silaturahmi itu, tersirat pesan kuat bahwa Maluku membutuhkan kolaborasi nyata antara masyarakat sipil dan aparat keamanan untuk mencegah lahirnya konflik, provokasi, maupun kepentingan-kepentingan sempit yang berpotensi merusak persaudaraan di Bumi Raja-Raja.28/05/2026

Ketua Umum Yayasan CTNE, JEFRI TUWUL, menegaskan bahwa menjaga Maluku tidak cukup hanya dengan slogan persatuan, tetapi membutuhkan kerja nyata, komunikasi yang sehat, dan keberanian melawan segala bentuk upaya yang dapat memecah belah masyarakat.

“Maluku jangan terus dijadikan panggung konflik dan kepentingan kelompok tertentu. Kita semua punya tanggung jawab menjaga daerah ini tetap aman, damai, dan bermartabat,” tegasnya.

Menurutnya, Yayasan CTNE siap menjadi bagian dari gerakan sosial yang mendorong kegiatan positif di bidang pendidikan, kemanusiaan, seni budaya, dan pemberdayaan masyarakat sebagai upaya memperkuat persatuan di tengah masyarakat.

Pertemuan bersama jajaran intelijen Polda Maluku itu juga dinilai sebagai langkah strategis membangun komunikasi dan deteksi dini terhadap berbagai persoalan sosial yang berpotensi mengganggu stabilitas daerah.

Di tengah situasi nasional yang penuh tantangan, sinergitas antara masyarakat dan aparat keamanan dianggap menjadi kebutuhan penting agar Maluku tidak mudah diprovokasi oleh kepentingan politik, isu SARA, maupun kelompok-kelompok yang ingin mengambil keuntungan dari perpecahan masyarakat.

Dengan semangat “Lawamena Haulala”, seluruh elemen masyarakat diajak untuk tetap menjaga persaudaraan, memperkuat solidaritas, dan bersama-sama membangun Maluku yang lebih maju, aman, dan dihormati.

JEFRI TUWUL menegaskan bahwa persatuan masyarakat Maluku adalah harga mati dan tidak boleh dikorbankan oleh kepentingan apa pun.

(Redaksi Tribunnusantara)