Ditemukan Meninggal Dunia, Korban Hilang Saat Melaut di Kairatu Diduga Tenggelam Akibat Penyakit Kambuh

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 12 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Ditemukan Meninggal Dunia, Korban Hilang Saat Melaut di Kairatu Diduga Tenggelam Akibat Penyakit Kambuh

KAIRATU,Tribun-nusantara.web.id. Seorang warga Dusun Leamahu, Desa Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, yang sempat hilang kontak saat melaut, akhirnya ditemukan Tim SAR Gabungan dalam keadaan meninggal dunia, Rabu (12/8/2026).

-Kronologi Kejadian Naas

Korban bernama Dedi Suneth (46 tahun) berangkat melaut sekira pukul 05.00 WIT. Tak lama kemudian, pukul 07.00 WIT, perahu korban ditemukan melayang kosong di perairan setempat oleh warga lain. Keluarga yang merasa kehilangan segera melaporkan kejadian dan meminta bantuan pencarian.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban diduga kuat terjatuh dan tenggelam akibat penyakit epilepsi yang kambuh saat di laut. Tidak ada warga yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut.

Tim pencarian dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Ambon tiba di lokasi sekira pukul 15.00 WIT. Setelah berkoordinasi dengan keluarga dan unsur SAR gabungan, dua personel penyelam Basarnas segera diturunkan melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.

Pada pukul 17.40 WIT, korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada kedalaman sekitar 20 meter, berjarak sekitar 50 meter dari titik perahu korban ditemukan.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke permukaan dan dibawa kembali ke Dusun Leamahu. Sekitar pukul 18.30 WIT, korban resmi diserahkan kepada pihak keluarga untuk ditangani lebih lanjut.

"Setelah tiba di lokasi, kami langsung berkoordinasi dan menyimpulkan dugaan penyebab tenggelam. Pencarian berjalan lancar hingga korban berhasil ditemukan," ujar Marlon Salawane, Dantim Operasi SAR.

Pencarian melibatkan unsur Basarnas, Polsek Kairatu, Polair Polres SBB, Sekjen Kairatu, BPBD SBB, Baznas, serta warga Dusun Leamahu. Peralatan yang digunakan meliputi truk personil, perahu karet, peralatan selam, dan perahu nelayan warga.

Dengan telah ditemukannya korban, Operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat pun kembali ke kesatuan masing-masing.

(H.R)