Ditengah Kritikan, Joel Tetap Tegak: Warga Apresiasi Kerja Bupati Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 18 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Ditengah Kritikan, Joel Tetap Tegak: Warga Apresiasi Kerja Bupati Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong

Ditengah Kritikan, Joel Tetap Tegak: Warga Apresiasi Kerja Bupati Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong

MIMIKA Trubunnusantara-web.id — Di tengah berbagai kritik, sorotan, dan dinamika politik yang mewarnai perjalanan pemerintahan Kabupaten Mimika, Bupati Mimika Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong dinilai tetap menunjukkan keteguhan dalam menjalankan roda pemerintahan dan memperjuangkan pembangunan daerah.

Sikap keduanya yang tetap tenang, tersenyum, dan berdiri tegap menghadapi berbagai tekanan mendapat apresiasi dari sejumlah warga masyarakat Mimika.

Salah satu warga Mimika, Ipus Kemong, melalui sambungan telepon seluler menyampaikan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari dinamika demokrasi. Menurutnya, kritik tidak selalu harus dipandang sebagai sesuatu yang negatif, karena di dalamnya dapat lahir ide, gagasan, dan dorongan untuk memperbaiki pemerintahan.

 “Berbagai kritikan terhadap kinerja Bupati Johannes Rettob itu bagian dari dinamika politik. Tetapi, di sisi lain, kritik juga bisa menjadi bagian dari ide dan gagasan untuk membangun Mimika lebih baik,” ujar Ipus Kemong."18/8/26

Ia menilai, meskipun pemerintahan pasangan Johannes Rettob–Emanuel Kemong atau Joel baru berjalan lebih dari satu tahun, sejumlah terobosan dan perjuangan pemerintah daerah mulai mendapat perhatian.

Menurut Ipus, nama Kabupaten Mimika juga semakin sering muncul dalam berbagai agenda pemerintahan di tingkat pusat. Ia melihat hal tersebut sebagai bagian dari upaya Bupati Johannes Rettob dalam memperjuangkan kepentingan dan pembangunan Kabupaten Mimika.

“Pemerintahan ini masih relatif baru, tetapi perjuangan dan terobosan Pak Bupati sudah mulai terlihat. Yang paling penting adalah bagaimana kepentingan masyarakat Mimika terus diperjuangkan,” katanya.

Ia juga menyoroti kondisi nasional yang saat ini menghadapi kebijakan efisiensi anggaran. Menurutnya, situasi tersebut tentu menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dalam menjalankan program pembangunan. Namun, ia mengapresiasi sikap Bupati Rettob yang dinilai terus berupaya mencari ruang dan peluang agar pembangunan Mimika tetap berjalan.

“Pak Rettob harus terus berjuang. Jangan mengenal lelah, karena pembangunan Mimika tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Kita harus memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk bekerja dan menunjukkan hasilnya,” ujar Ipus.

Ia berharap masyarakat tidak mudah terpecah hanya karena perbedaan pandangan politik. Kritik, menurutnya, tetap diperlukan, tetapi harus disampaikan secara konstruktif dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Ipus bahkan optimistis jika kerja pemerintahan terus dijaga dan diperkuat, maka Kabupaten Mimika pada 2027 akan mengalami perkembangan yang semakin nyata.

“Prediksi saya, kalau perjuangan dan kerja keras ini terus dilanjutkan, tahun 2027 Mimika akan semakin maju dan berkembang. Kita tentu boleh mengkritik, tetapi jangan lupa memberikan apresiasi ketika pemerintah bekerja untuk kepentingan masyarakat,” tuturnya.

Bagi masyarakat, pembangunan bukan sekadar angka dalam laporan pemerintah. Pembangunan adalah harapan tentang masa depan—tentang jalan yang lebih baik, pelayanan publik yang semakin dekat, ekonomi masyarakat yang tumbuh, serta Mimika yang semakin diperhitungkan di tingkat nasional.

Di tengah badai kritik dan dinamika politik, pesan yang ingin disampaikan warga sederhana: pemerintah harus terus bekerja, masyarakat tetap mengawal, dan pembangunan Mimika harus menjadi kepentingan bersama.

Editor: Bruce Elang