Dorong Kesadaran Lingkungan di Lorong Tahu, Bodewin Wattimena Tegaskan Komitmen Ambon Nyaman dan Damai
AMBON,Tribun-nusantara.web.id. Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, meluapkan kekecewaannya saat meninjau langsung kawasan Lorong Tahu pada Selasa (4/8/2026). Peninjauan ini dilakukan pasca-viralnya video seorang wisatawan asing (bule) yang menyamakan kondisi kebersihan salah satu sudut Kota Ambon tersebut dengan kawasan kumuh di Bangladesh. Kondisi drainase yang penuh tumpukan sampah di perbatasan Kelurahan Rijali dan Negeri Batu Merah menjadi pemicu utama. Meski dinas terkait langsung dikerahkan untuk kerja bakti membersihkan lokasi, Wali Kota menegaskan kenyamanan kota tidak akan terwujud tanpa adanya kesadaran radikal dari masyarakat.
"Got dan sungai itu bukan tempat sampah! Kalau sampah bertumpuk dan membusuk, yang rugi bapak dan ibu sendiri karena kesehatan terganggu. Kemarin kawasan ini viral sampai ke internasional. Ada bule bikin video dan bilang Ambon tidak beda dengan Bangladesh karena sampahnya penuh dan kumuh di pinggir kali. Ini tamparan bagi kita," ujar Bodewin dengan nada tajam.
Kemarahan Wali Kota memuncak saat menemukan fakta adanya rumah kos di pinggir saluran air yang membuang limbah kotoran manusia langsung ke drainase umum tanpa menggunakan tangki septik (septic tank).
"Ada pipa besar pembuangan kotoran langsung keluar ke kali. Ini kan tidak pakai otak namanya! Enak saja dia dapat uang dari sewa kos-kosan, lalu masyarakat sekitar yang harus menanggung bau busuknya," cecar Bodewin.
Wali Kota langsung menginstruksikan Lurah Rijali, Raja Batu Merah, Camat, hingga Badan Permusyawaratan Desa (BPK) untuk bertindak tegas memanggil pemilik bangunan. Ia bahkan mengancam akan menutup paksa usaha tersebut jika pemiliknya keras kepala.
"Saya minta Ibu Lurah panggil yang bersangkutan. Kalau itu kos-kosan, wajib buat septic tank. Jika tidak mau buat yang betul, tutup saja! Tidak ada usaha yang boleh mengabaikan lingkungan," tegasnya.
Sebagai langkah jangka panjang untuk menghapus citra kumuh Kelurahan Rijali, Bodewin memerintahkan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) untuk menggodok proyek percontohan (project) rumah layak huni. Desain tata ruang di kawasan Lorong Tahu akan diubah secara total.
Wali Kota menginginkan agar konstruksi rumah warga nantinya tidak lagi membelakangi sungai, melainkan diubah menghadap ke sungai agar estetik, bersih, dan lebih mudah diawasi.
Di sisi lain, menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus, Wali Kota menyayangkan masih minimnya kesadaran warga dalam memasang atribut kemerdekaan di jalan-jalan protokol maupun lingkungan RT/RW.
"Kalau piala dunia Belanda atau Inggris yang main, warga pasang bendera sampai ke ujung-ujung pohon. Ini mau HUT Kemerdekaan RI, masa pasang bendera Merah Putih saja tidak bisa? Kita ingin kesadaran ini tumbuh sendiri dari rasa menghargai NKRI, bukan karena dipaksa atau dipasang oleh Satpol-PP," sentilnya.
Menutup arahannya, Bodewin meminta warga Lorong Tahu, Kelurahan Rijali, dan Batu Merah untuk bersatu menjaga kedamaian dan tidak mudah terprovokasi oleh konten-konten media sosial yang sengaja dibuat demi viral dan mencari uang.
"Kita semua hidup dan cari makan di Kota Ambon. Tolong jaga kebersamaan, jangan mau dipecah belah oleh isu-isu medsos yang tidak jelas," pungkasnya.
(H.R)








































Komentar via Facebook