DPC PRIMA Jepara Ajak Dubes Iran Kunjungi Kota Ukir, Buka Peluang Kerja Sama Strategis

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 23 Juli 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

DPC PRIMA Jepara Ajak Dubes Iran Kunjungi Kota Ukir, Buka Peluang Kerja Sama Strategis

DPC PRIMA Jepara Ajak Dubes Iran Kunjungi Kota Ukir, Buka Peluang Kerja Sama Strategis

Semarang Tribunnusantara-web.id – Kehadiran Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, H.E. Mohammad Boroujerdi, dalam diskusi bertajuk Understanding Nationalism and Development in Iran yang digelar DPW Partai PRIMA Jawa Tengah di Rumah Po Han, Kota Lama Semarang, Rabu (22/7/2026), menjadi momentum memperkuat dialog internasional sekaligus membuka peluang kerja sama antara Indonesia dan Iran.

Forum yang menghadirkan Ketua DPW Partai PRIMA Jawa Tengah Bagas Ardianto Saputra dan Direktur Global Thinkers Institute (GTI) Muhammad Ma'ruf, Ph.D. itu diikuti kader Partai PRIMA, akademisi, aktivis, mahasiswa, dan masyarakat yang antusias berdiskusi mengenai nasionalisme, pembangunan, serta dinamika geopolitik dunia.

Dalam pemaparannya, Mohammad Boroujerdi menjelaskan pengalaman Iran dalam membangun kemandirian di sektor pendidikan, sains, teknologi, kesehatan, dan industri di tengah berbagai tekanan internasional. Ia menegaskan pentingnya hubungan antarnegara yang dibangun atas prinsip saling menghormati, kesetaraan, dan penghormatan terhadap kedaulatan masing-masing.

Ketua DPW Partai PRIMA Jawa Tengah, Bagas Ardianto Saputra, menegaskan bahwa sikap Indonesia menolak kolonialisme dan imperialisme memiliki landasan konstitusional yang kuat sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Menurut Bagas, amanat tersebut menjadi pedoman bangsa Indonesia untuk menghormati kemerdekaan setiap negara, menolak segala bentuk penjajahan, serta mendorong terciptanya perdamaian dan keadilan dunia.

Sementara itu, Ketua DPC Partai PRIMA Kabupaten Jepara, Muhammad Mustavit, menyampaikan bahwa kekuatan Iran tidak hanya terletak pada kemajuan teknologi, tetapi juga pada akar kebudayaan yang membentuk karakter bangsa yang tangguh menghadapi berbagai tekanan.

"Iran menunjukkan bahwa bangsa yang memiliki identitas budaya yang kuat akan mampu berdiri tegak menghadapi berbagai tantangan," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mustavit juga menyampaikan salam dari Bupati Jepara, Witiarso Utomo, kepada Duta Besar Republik Islam Iran.

Ia sekaligus mengundang Mohammad Boroujerdi untuk berkunjung ke Kabupaten Jepara, guna membuka ruang diskusi mengenai berbagai peluang kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Jepara dengan Pemerintah Republik Islam Iran.

Menurut Mustavit, Jepara memiliki potensi besar di sektor industri mebel, UMKM, pendidikan, investasi, hingga perdagangan yang dapat dikolaborasikan dengan Iran.

"Iran telah menunjukkan kemajuan di bidang pendidikan, sains, dan teknologi. Yang menarik, mereka juga terbuka menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah di Indonesia, termasuk Kabupaten Jepara. Ini merupakan peluang yang patut disambut secara serius," tegasnya.

Diskusi berlangsung dinamis dan penuh semangat. Para peserta berharap forum serupa terus digelar sebagai ruang pertukaran gagasan yang memperkuat hubungan persahabatan antarbangsa, sekaligus membuka peluang kerja sama konkret di bidang pendidikan, ekonomi, teknologi, dan kebudayaan.

Penulis: Hani K

Editor: Bruce Elang