DPR BAHAS RAPBN 2027, VBL INGATKAN PERTUMBUHAN EKONOMI JANGAN HANYA INDAH DI ATAS KERTAS
DPR BAHAS RAPBN 2027, VBL INGATKAN PERTUMBUHAN EKONOMI JANGAN HANYA INDAH DI ATAS KERTAS
JAKARTA Tribunnusantara-web.id – Pembahasan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027 mulai bergulir di DPR RI. Di tengah optimisme pemerintah yang mengusung tema “Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat”, muncul pertanyaan mendasar: apakah pertumbuhan ekonomi benar-benar akan dirasakan rakyat, atau kembali menjadi angka-angka yang hanya terlihat indah dalam laporan resmi?
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), menghadiri Rapat Paripurna DPR RI ke-20 yang membahas pandangan fraksi-fraksi terhadap KEM-PPKF RAPBN 2027. Fraksi NasDem pada prinsipnya mendukung arah kebijakan pemerintah, namun memberikan sejumlah catatan strategis agar target pertumbuhan ekonomi tidak berhenti sebagai ambisi di atas kertas.06/06/2026
Menurut VBL, APBN harus menjadi instrumen yang mampu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong produktivitas, investasi, pembangunan daerah, serta memperkuat ekonomi rakyat. Sebab, keberhasilan pembangunan tidak dapat diukur hanya dari tingginya angka pertumbuhan ekonomi nasional.
"Pertumbuhan ekonomi harus hadir dalam bentuk lapangan kerja, peningkatan daya beli masyarakat, dan pemerataan pembangunan yang nyata hingga ke daerah-daerah," tegasnya.
Ia menilai, selama ini masyarakat sering disuguhkan berbagai target makro ekonomi yang terlihat menjanjikan, namun pada saat yang sama masih banyak rakyat yang bergulat dengan tingginya biaya hidup, sulitnya mendapatkan pekerjaan, dan ketimpangan pembangunan antarwilayah.
Karena itu, RAPBN 2027 harus mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar mengejar capaian statistik yang membanggakan di tingkat nasional tetapi minim dampak di lapangan.
Fraksi NasDem juga menegaskan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan dalam APBN harus berorientasi pada peningkatan kesejahteraan rakyat. Kebijakan fiskal tidak boleh hanya menjadi alat menjaga angka pertumbuhan, melainkan harus menjadi jembatan menuju keadilan sosial dan pemerataan pembangunan.
"Rakyat tidak hidup dari angka pertumbuhan. Rakyat hidup dari pekerjaan yang tersedia, harga kebutuhan yang terjangkau, serta kesempatan ekonomi yang terbuka bagi semua," demikian pesan yang mengemuka dalam pembahasan tersebut.
Dengan berbagai tantangan ekonomi global yang masih membayangi, RAPBN 2027 diharapkan tidak hanya menjadi dokumen perencanaan tahunan, tetapi menjadi instrumen nyata untuk menghadirkan kehidupan yang lebih layak, lebih adil, dan lebih sejahtera bagi seluruh rakyat Indonesia.Versi ini lebih bernuansa berita politik yang tajam, kritis, dan memiliki daya tekan terhadap substansi kebijakan fiskal tanpa menghilangkan fakta utama.
Editor : Bruce Elang








































Komentar via Facebook