DPRD Maluku Optimis Kekuatan UMKM Mampu Bentengi Ekonomi Daerah dari Guncangan Global
AMBON, Tribun-nusantara.web.id | Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku menyatakan optimisme tinggi terhadap ketahanan ekonomi daerah di tengah ketidakpastian kondisi nasional dan global. Kekuatan ekonomi berbasis kerakyatan melalui Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dinilai menjadi jangkar utama yang menjaga Maluku tetap bertahan.
Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Asiz Sangkala, saat menghadiri rangkaian pembukaan 6th Maluku Manggurebe di Pattimura Park, Ambon, Jumat (9/10).
"DPRD menganggap kegiatan ini positif sekali. Kita terus optimis bahwa ekonomi Maluku, di tengah kondisi global internasional dan nasional seperti saat ini, akan tetap bertahan. Kekuatan UMKM itu berasal langsung dari masyarakat," ujar Asiz dengan tegas.
Asiz menyambut baik konsistensi Bank Indonesia (BI) yang selama enam tahun berturut-turut sukses menyelenggarakan Maluku Manggurebe. Menurutnya, langkah BI ini menjadi bukti nyata bagaimana pelaku usaha lokal difasilitasi, diayomi, dan diberikan ruang strategis untuk berkembang.
Pemerintah Harus Hadir untuk UMKM
DPRD Maluku menekankan bahwa kehadiran pemerintah secara nyata adalah harga mati dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pemerintah berkewajiban memastikan keberlangsungan produk lokal dan membuka akses pasar yang luas.
"Prinsipnya, kami di DPRD selalu mendorong upaya untuk memastikan bahwa pemerintah hadir untuk memberdayakan UMKM. Mereka harus terus eksis dengan produk-produknya, dan pemerintah harus memberi pasar yang memadai agar usaha mereka terus berkembang," lanjutnya.
Pemicu Investasi Baru
Lebih lanjut, Asiz berharap ajang tahunan ini tidak sekadar menjadi pameran musiman, melainkan mampu menjadi magnet investasi baru bagi sektor UMKM di bumi Raja-Raja.
Melalui kolaborasi kuat antara pemerintah daerah, dukungan penuh Bank Indonesia, dan ketangguhan masyarakat, DPRD Maluku yakin sektor UMKM akan menjadi motor penggerak ekonomi yang mandiri dan anti-krisis.
(H.R)








































Komentar via Facebook