DPW Tani Merdeka Papua Tengah Tanam 3.000 Pohon Kopi di Paniai, Aser Yogi Tegaskan Komitmen Perjuangan Petani
Papua Tengah, TribunNusantara.web.id | Pengurus Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Provinsi Papua Tengah resmi menanam 3.000 pohon kopi di Kabupaten Paniai. Kegiatan ini dilakukan bersama Lembaga Tani Merdeka sebagai langkah awal memperkuat posisi petani kopi lokal agar lebih mandiri, sejahtera, dan memiliki daya tawar di pasar.
Ketua DPW TMI Papua Tengah, Aser Yogi, menyampaikan bahwa program penanaman kopi ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjadikan kopi sebagai komoditas unggulan Papua Tengah. Menurutnya, Paniai memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya digarap secara serius.
“Saya sangat mengapresiasi rakyat Paniai atas kerja sama dan semangat luar biasa mereka melalui Lembaga Tani Merdeka. Terima kasih atas doa dan kepercayaan yang diberikan kepada kami sebagai pengurus provinsi. Ini adalah amanah besar yang harus kami jalankan, tidak hanya di Paniai tetapi juga di delapan kabupaten/kota di Papua Tengah,” ujar Yogi saat memberikan keterangan di Sekretariat TMI, Iyaitaka, Distrik Paniai Timur, Sabtu (27/9/2025).
Sebagai anak muda yang dipercaya memimpin organisasi ini, Yogi menegaskan dirinya siap memperjuangkan hak-hak petani. Ia menyinggung capaian para petani Paniai pada 2021 lalu, ketika lebih dari 300 ribu pohon kopi berhasil ditanam. Menurutnya, keberhasilan itu adalah bukti nyata bahwa petani mampu bergerak maju ketika diberi ruang dan dukungan.
“Cukup sudah kita hanya membesarkan orang lain. Saatnya kita membesarkan diri sendiri, memberi manfaat bagi keluarga, dan membangun kesejahteraan di tanah kita. Kopi Paniai harus menjadi kebanggaan, bukan hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional bahkan internasional,” tegasnya.
Yogi juga menekankan bahwa kehadirannya di Papua Tengah membawa mandat langsung dari Presiden Republik Indonesia dan kementerian terkait.
Dengan mandat itu, ia merasa memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk membela rakyat kecil, terutama petani yang selama ini menjadi tulang punggung daerah.
Tak lupa, ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat.
“Kami dari Papua Tengah mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, Bapak Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, serta Bapak Ketua Umum DPN Tani Merdeka Don Muzakir atas perhatian dan dukungan yang terus mengalir kepada petani di daerah kami,” katanya.
Menurut Yogi, tantangan petani kopi Papua Tengah masih besar, mulai dari akses pasar, permodalan, hingga pendampingan teknis. Karena itu, kehadiran Tani Merdeka diharapkan bisa menjadi jembatan antara kebutuhan petani dan dukungan pemerintah maupun swasta.
Ia menutup sambutannya dengan permohonan doa.
“Doakan saya agar dapat menjalankan tugas ini dengan baik, menjaga amanah yang diberikan, dan benar-benar membawa kemajuan bagi petani di Papua Tengah,” pungkasnya.
Gerakan penanaman 3.000 pohon kopi ini menjadi simbol komitmen Tani Merdeka untuk menata ulang wajah pertanian Papua Tengah.
Harapannya, kopi dari Paniai dan wilayah lain di Papua Tengah mampu menjadi komoditas andalan yang tidak hanya menopang ekonomi lokal, tetapi juga mengangkat martabat petani Papua di kancah nasional.
Writter : Jeri Degei








































Komentar via Facebook