dr. Jamil Paparkan Kunci Bertahan di Musim Pancaroba: Stres Jadi Pemicu Utama Berbagai Penyakit

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 30 Juni 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

dr. Jamil Paparkan Kunci Bertahan di Musim Pancaroba: Stres Jadi Pemicu Utama Berbagai Penyakit

dr. Jamil Paparkan Kunci Bertahan di Musim Pancaroba: Stres Jadi Pemicu Utama Berbagai Penyakit

Tual Tribunnusantara-web.id – Perubahan cuaca ekstrem pada musim pancaroba tidak hanya meningkatkan risiko penyakit infeksi, tetapi juga memperburuk kondisi kesehatan akibat stres yang tidak terkendali. Hal itu disampaikan dr. Jamil, dokter Puskesmas yang juga merupakan PNS Pemerintah Kota Tual serta mitra Polres Tual, dalam siaran langsung edukasi kesehatan bertajuk "Menjaga Kesehatan di Musim Pancaroba", yang dipandu host Sigit Tamher dan didukung ARS Studio (Audio • Recording • Solution).

Dalam paparannya, dr. Jamil menjelaskan bahwa musim pancaroba merupakan periode ketika tubuh dipaksa beradaptasi dengan perubahan suhu dan kelembapan yang berlangsung cepat. Kondisi tersebut dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga masyarakat lebih rentan terserang influenza, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, hingga demam berdarah dengue (DBD).

Menurutnya, kelompok yang paling berisiko adalah anak-anak dan lanjut usia (lansia). Anak-anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum berkembang sempurna, sedangkan lansia mengalami penurunan fungsi organ akibat proses penuaan sehingga lebih mudah terserang penyakit.

Namun, dr. Jamil menegaskan bahwa ancaman terbesar bukan hanya perubahan cuaca, melainkan gaya hidup yang buruk dan stres berkepanjangan.30/06/26

 "Stres yang tidak dikelola dapat meningkatkan hormon kortisol yang berdampak pada tekanan darah, gangguan lambung, kualitas tidur, hingga meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular," jelasnya.»

Ia mengingatkan bahwa menjaga kesehatan tidak cukup hanya mengonsumsi vitamin. Yang lebih penting adalah menerapkan pola hidup sehat secara menyeluruh, mulai dari makan bergizi seimbang, cukup minum air putih sekitar dua liter per hari, olahraga rutin tiga hingga lima kali dalam sepekan, hingga tidur selama enam sampai delapan jam setiap malam.

Dr. Jamil juga menjelaskan manfaat konsumsi makanan bergizi, termasuk buah alpukat yang mengandung lemak tak jenuh untuk membantu menjaga kesehatan jantung sekaligus mendukung penyerapan vitamin A, D, E, dan K.

Dalam sesi interaktif, peserta menanyakan berbagai isu kesehatan yang sempat menjadi perhatian masyarakat, termasuk kemiripan gejala COVID-19 dengan influenza. Menurut dr. Jamil, banyak penyakit infeksi memang memiliki gejala awal yang hampir sama sehingga diagnosis tidak dapat ditegakkan hanya berdasarkan keluhan pasien, melainkan harus melalui pemeriksaan medis.

Ia juga menjawab pertanyaan mengenai Hantavirus, yang menurutnya ditularkan melalui paparan urine, kotoran, atau air liur tikus yang terkontaminasi. Dr. Jamil menegaskan bahwa penyakit tersebut bukan penyakit yang umumnya menular dari manusia ke manusia, sehingga pencegahan lebih difokuskan pada menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari paparan tikus.

Terkait penggunaan suplemen, dr. Jamil menjelaskan bahwa vitamin C dan vitamin D dapat membantu mendukung daya tahan tubuh, tetapi bukan pengganti pola hidup sehat. Ia juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati menggunakan obat herbal dan hanya memilih produk yang telah memiliki izin edar BPOM.

Di akhir pemaparannya, dr. Jamil kembali mengingatkan bahwa menjaga kesehatan di musim pancaroba bukan hanya soal menghindari penyakit, tetapi juga membangun kebiasaan hidup sehat secara konsisten.

"Cuaca memang tidak bisa kita kendalikan, tetapi pola hidup sehat adalah pilihan yang bisa kita lakukan setiap hari. Jika itu dijaga, risiko berbagai penyakit dapat ditekan," pungkasnya.

Editor: Bruce Elang