DUDUNG ANCAM “BABAT” PELAKSANA PROGRAM MBG BERMASALAH, TEGASKAN PENGAWASAN TANPA KOMPROMI

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 01 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

DUDUNG ANCAM “BABAT” PELAKSANA PROGRAM MBG BERMASALAH, TEGASKAN PENGAWASAN TANPA KOMPROMI

DUDUNG ANCAM “BABAT” PELAKSANA PROGRAM MBG BERMASALAH, TEGASKAN PENGAWASAN TANPA KOMPROMI

Jakarta, Tribunnusantara-web.id Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, melontarkan peringatan keras terhadap pelaksanaan program prioritas pemerintah yang dinilai tidak berjalan sesuai di lapangan. Ia menegaskan tidak akan ragu mengambil tindakan tegas, khususnya terhadap program strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat.01/05/2026

Pernyataan itu disampaikan Dudung saat membuka Kongres VII Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia di Jakarta, Kamis (30/4). Dalam forum tersebut, ia menegaskan bahwa pengawasan terhadap program unggulan pemerintah tidak boleh longgar.

“Kalau tidak benar pelaksanaan di lapangan, akan saya babat nanti,” tegas Dudung, memberi sinyal kuat bahwa tidak ada toleransi terhadap penyimpangan.

Sebagai perpanjangan tangan Kantor Staf Presiden, Dudung menjelaskan bahwa pihaknya memiliki peran penting dalam memastikan program pemerintah berjalan sesuai tujuan.       KSP, kata dia, tidak hanya menjembatani komunikasi antara masyarakat dan pemerintah, tetapi juga aktif menerima laporan serta melakukan pengawasan langsung.

Ia menekankan bahwa program seperti MBG dan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari prioritas nasional yang harus dijalankan secara tepat sasaran, tanpa celah penyimpangan di tingkat pelaksana.

Dalam kesempatan yang sama, Dudung juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas nasional di tengah dinamika global yang penuh ketegangan. Ia mengingatkan bahwa kekuatan Indonesia terletak pada persatuan di tengah keberagaman.

Tak hanya itu, ia turut mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi menyesatkan di media sosial. Menurutnya, arus informasi yang tidak terverifikasi dapat memicu perpecahan jika tidak disikapi dengan bijak.

“Mari kita tetap melihat dan mendengar, tapi fokus pada hal-hal positif. Jangan terbawa informasi yang menyesatkan,” ujarnya.

Pernyataan keras Dudung ini menjadi penegasan bahwa pemerintah tidak ingin program unggulan hanya berhenti di tataran konsep, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.        

Pengawasan ketat pun dipastikan akan terus dilakukan—dan setiap pelanggaran siap ditindak tanpa kompromi.

"Elang"