Dugaan Human Trafficking di Karaoke Kembali Mencuat
Dugaan Human Trafficking di Karaoke Kembali Mencuat
SAUMLAKI, Tribunnusantara.web.id – Dugaan praktik human trafficking di Kabupaten Kepulauan Tanimbar kembali mencuat. Setelah sebelumnya menjadi sorotan Federasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FSBSI) Kabupaten Kepulauan Tanimbar, kini muncul lagi dugaan baru yang menyeret salah satu tempat hiburan malam, Karaoke My Friends, Sabtu (30/5/2026).
Informasi yang diterima media ini dari sumber terpercaya yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebutkan, praktik ilegal tersebut diduga telah berlangsung berulang kali. Bahkan, pihak manajemen maupun pemilik usaha karaoke disebut-sebut diduga memberikan ruang bagi para ladies untuk bekerja di luar mekanisme dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
“Ini sudah berulang kali terjadi. Ada bukti video CCTV dan bukti transfer yang kami pegang,” ungkap sumber kepada Tribunnusantara.web.id.
Sumber tersebut juga mengungkapkan adanya dugaan transaksi yang melibatkan salah satu ladies dengan tamu karaoke secara berulang, di mana pembayaran disebut langsung masuk ke rekening pemilik usaha karaoke.
Kasus ini memicu kekhawatiran masyarakat karena dinilai dapat mengarah pada praktik eksploitasi terhadap perempuan di tempat hiburan malam. Publik pun mendesak agar aparat penegak hukum segera turun tangan melakukan penyelidikan menyeluruh sebelum muncul korban-korban baru.
FSBSI Kabupaten Kepulauan Tanimbar juga diharapkan tidak berhenti pada pengungkapan awal, tetapi terus mengawal kasus tersebut hingga tuntas demi melindungi hak-hak pekerja dan mencegah praktik perdagangan manusia di daerah itu.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen Karaoke My Friends belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan tersebut.
(JCS)








































Komentar via Facebook