Dugaan Penagihan Sebelum Pratu Samuel Meninggal, Keluarga Desak TNI Buka Terang Rangkaian Peristiwa
Dugaan Penagihan Sebelum Pratu Samuel Meninggal, Keluarga Desak TNI Buka Terang Rangkaian Peristiwa
TANIMBAR Tribunnusantara-web.id — Kematian Pratu Samuel Ebet Wuarlela/Sangadji masih menyisakan sejumlah pertanyaan bagi keluarga. Bukan hanya mengenai penyebab kematian, keluarga juga meminta TNI mengusut secara menyeluruh rangkaian peristiwa dan komunikasi yang terjadi sebelum almarhum ditemukan dalam kondisi kritis hingga akhirnya meninggal dunia.
Salah satu informasi yang kini menjadi perhatian keluarga adalah dugaan adanya komunikasi antara almarhum dengan seseorang yang disebut sebagai seniornya pada 23 Agustus 2026. Komunikasi tersebut diduga berkaitan dengan persoalan pribadi atau keuangan.01/9/26
Namun, keluarga menegaskan informasi tersebut belum dijadikan kesimpulan mengenai penyebab kematian.
“Kalau memang ada komunikasi atau penagihan, kami tidak ingin langsung menuduh. Kami hanya meminta semuanya diperiksa dan dijelaskan secara terang,” ujar perwakilan keluarga.
Komunikasi Terakhir DimintaDitelusuri
Keluarga meminta pihak berwenang menelusuri seluruh komunikasi almarhum menjelang kematiannya. Pemeriksaan, menurut keluarga, dapat dilakukan terhadap telepon seluler, pesan, riwayat panggilan, serta keterangan orang-orang yang terakhir berinteraksi dengan almarhum.
Pertanyaan utama keluarga adalah: siapa yang terakhir berkomunikasi dengan Pratu Samuel, apa konteks pembicaraan tersebut, dan apa yang terjadi setelah komunikasi itu?
Bagi keluarga, jawaban atas pertanyaan tersebut penting agar tidak muncul berbagai versi yang berkembang tanpa dasar pemeriksaan yang jelas.
Keluarga Soroti Perbedaan Informasi Penyebab Kematian
Selain persoalan komunikasi, keluarga juga mempertanyakan adanya informasi yang mereka terima mengenai penyebab kematian.
Keluarga menyebut terdapat informasi mengenai dugaan insiden dan benturan pada bagian kepala, sementara informasi administratif yang diterima keluarga menyebut penyebab kematian sebagai sakit.
Perbedaan informasi tersebut membuat keluarga meminta penjelasan resmi berdasarkan bukti medis dan kronologi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Keluarga tidak ingin menetapkan sendiri apakah kematian tersebut berkaitan dengan sakit, kecelakaan, atau faktor lain. Mereka meminta pemeriksaan profesional yang dapat menjelaskan fakta secara objektif.
TNI Diminta Jangan Hanya Berpegang pada Satu Versi
Keluarga berharap penyelidikan tidak berhenti pada laporan administratif, tetapi memeriksa seluruh rangkaian kejadian secara menyeluruh.
Beberapa hal yang diminta untuk ditelusuri antara lain:
komunikasi terakhir almarhum;
telepon seluler dan pesan;
saksi yang terakhir bertemu atau berkomunikasi dengan almarhum;
CCTV jika tersedia;
lokasi dan kondisi saat almarhum ditemukan;
rekam medis serta dokumen kesehatan;
laporan resmi satuan;
kronologi sejak almarhum mengalami kondisi kritis hingga mendapatkan pertolongan; dan
informasi mengenai dugaan persoalan pribadi atau keuangan yang disebut terjadi sebelum kematian.
Menurut keluarga, pemeriksaan terhadap seluruh aspek tersebut diperlukan untuk memastikan tidak ada informasi penting yang terlewat.
“Apakah ini murni sakit, kecelakaan, atau ada fakta lain yang belum terungkap, biarkan penyelidikan yang membuktikan. Kami tidak ingin menuduh siapa pun. Kami hanya ingin mengetahui kebenaran,” tegas perwakilan keluarga.
Keluarga: Jangan Ada Fakta yang Ditutup-Tutupi
Keluarga meminta Panglima TNI dan institusi terkait memberikan perhatian serius terhadap kasus tersebut. Mereka berharap seluruh pihak yang memiliki informasi diperiksa secara objektif dan diberikan ruang untuk menyampaikan keterangan.
Bagi keluarga, persoalan utama saat ini bukan mencari pihak yang harus disalahkan, melainkan memastikan bagaimana sebenarnya rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum Pratu Samuel meninggal dunia.
Keluarga juga meminta agar hasil pemeriksaan, termasuk aspek medis dan kronologi kejadian, dapat dijelaskan secara transparan kepada keluarga sesuai ketentuan yang berlaku.
Sebab, semakin banyak perbedaan informasi yang muncul tanpa penjelasan resmi, semakin besar pula ruang bagi spekulasi di tengah masyarakat.
Karena itu, keluarga berharap penyelidikan mampu menjawab satu pertanyaan mendasar: apa yang sebenarnya terjadi pada Pratu Samuel sebelum kematiannya?
Penulis: JCS
Editor: Bruce Elang








































Komentar via Facebook