Dulu Ratusan Kakatua Terbang Bebas, Kini Hampir Hilang: Satgas PPTSL Ambon Digerakkan Lindungi Kekayaan Alam
Ambon,Tribun-nusantara.web.id. Keindahan dan kekayaan hayati Maluku yang menjadi anugerah Tuhan kini berada di ambang ancaman serius. Menyikapi hal itu, Wali Kota Ambon secara resmi membuka kegiatan Penguatan Kapasitas Satuan Tugas Pengendalian Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar (PPTSL) yang digelar di Aula Hotel Zest, Selasa (5/5/2026). Ia menegaskan, keberadaan tim ini adalah jawaban atas tanggung jawab bersama agar aset alam yang berharga ini tidak punah akibat keserakahan manusia.
Dalam sambutannya, Wali Kota mengawali dengan rasa syukur atas karunia keanekaragaman hayati yang melimpah di darat maupun laut. Namun, ia juga mengingatkan bahwa kekayaan ini memiliki dua sisi: akan membawa kemakmuran jika dikelola baik, namun justru mendatangkan kerusakan jika dibiarkan dieksploitasi secara sembarangan.
Ia pun mengenang masa lalu yang kini hanya tinggal cerita. “Dulu kita masuk hutan Desa Hutumuri, mata kita dimanjakan pemandangan ratusan kakatua jambul kuning dan hitam yang beterbangan bebas. Sekarang? Pemandangan itu hampir tak ada lagi. Mereka habis dikonsumsi dan diperdagangkan secara liar. Belum lagi kerusakan terumbu karang akibat bom ikan. Kalau ekosistem hancur, apa lagi yang bisa kita andalkan untuk masa depan?” ujarnya penuh keprihatinan.
Fakta di lapangan memperkuat kekhawatiran tersebut. Data yang dirilis menunjukkan bahwa sepanjang periode 2020 hingga 2024, aparat telah menangani 339 kasus perdagangan ilegal. Sebanyak 4.386 ekor satwa berhasil diamankan dari jalur peredaran gelap, dengan burung jenis paruh bengkok seperti kakatua menjadi komoditas yang paling sering diperjualbelikan.
Kondisi ini semakin genting mengingat posisi strategis Ambon sebagai gerbang utama wilayah. Pelaku kerap memanfaatkan akses pelabuhan dan bandar udara untuk menyelundupkan hasil alam. Oleh karena itu, peran Satgas menjadi sangat vital sebagai benteng pertahanan terakhir.
“Ambon adalah pintu masuk dan keluar wilayah. Kalau kita lengah di sini, kekayaan alam kita akan terus dibawa pergi. Satgas ini dibentuk bukan sekadar formalitas, tapi untuk benar-benar menghambat, mengawasi, dan memastikan praktik-praktik merusak itu dihentikan selamanya,” tegasnya.
Wali Kota menilai kegiatan penguatan kapasitas ini sangat mendesak dilakukan. Melalui pembekalan ini, seluruh anggota diharapkan memahami secara utuh tugas dan wewenangnya, baik dalam melakukan pencegahan maupun penindakan hukum.
Lebih dari itu, ia menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak akan tercapai jika masih ada sekat-sekat kepentingan. Ia mengajak semua pihak yang tergabung untuk meninggalkan ego sektoral yang kerap menjadi penghambat kerja sama.
“Zaman sudah berubah, kita tak bisa lagi bekerja sendiri-sendiri. Ego instansi harus dilebur menjadi satu kekuatan besar. Hanya dengan koordinasi dan kolaborasi yang solid, pengawasan dan penegakan hukum bisa berjalan efektif,” katanya.
Pemerintah Kota Ambon juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung setiap upaya pelestarian ini. Langkah ini adalah wujud nyata penerapan pembangunan berkelanjutan, di mana apa yang kita nikmati hari ini tetap bisa dinikmati oleh anak cucu di masa mendatang.
Di akhir sambutan, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. “Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan kekuatan dan kesehatan kepada kita semua, sehingga langkah yang kita ambil hari ini menjadi kontribusi berharga bagi kelestarian alam dan kemajuan bangsa,” pungkasnya.
(H.R)








































Komentar via Facebook