FKIP Unpatti Apresiasi Komitmen Pemkab Maluku Tenggara, 104 Guru RPL Jalani Ujian Akhir Menuju Sarjana Pendidikan

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 02 Juli 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

FKIP Unpatti Apresiasi Komitmen Pemkab Maluku Tenggara, 104 Guru RPL Jalani Ujian Akhir Menuju Sarjana Pendidikan

FKIP Unpatti Apresiasi Komitmen Pemkab Maluku Tenggara, 104 Guru RPL Jalani Ujian Akhir Menuju Sarjana Pendidikan

Malra Tribunnusantara-web.id – Komitmen Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya tenaga pendidik, kembali mendapat apresiasi dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pattimura Ambon.

Hal itu disampaikan Dekan FKIP Universitas Pattimura, Prof. Dr. Izaak H. Wenno, S.Pd., M.Pd, saat membuka pelaksanaan Ujian Sarjana Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang diikuti 104 guru di Aula Grand Vilia Hotel Langgur, Rabu (1/7/2026).

Menurut Prof. Izaak, kerja sama antara FKIP Universitas Pattimura dan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara yang telah dimulai sejak 2023 menjadi salah satu contoh nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mempercepat peningkatan kualitas pendidikan.

"Komitmen Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara patut diapresiasi. Tidak semua pemerintah daerah memiliki keberanian mengalokasikan anggaran yang besar untuk meningkatkan kualifikasi akademik guru seperti yang dilakukan Kabupaten Maluku Tenggara," ujarnya.

Ia menjelaskan, Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yang mewajibkan setiap guru memiliki kualifikasi akademik minimal Strata Satu (S-1) atau Diploma Empat (D-IV).

Karena itu, kata dia, RPL menjadi solusi bagi para guru yang telah bertahun-tahun mengabdi namun belum memenuhi persyaratan akademik sebagaimana diamanatkan undang-undang.

Prof. Izaak mengungkapkan, dari target lebih dari 300 guru yang mengikuti program tersebut, sebagian besar telah berhasil menyelesaikan pendidikan. Sementara 104 peserta yang mengikuti ujian kali ini merupakan kelompok terakhir dalam rangkaian Program RPL di Kabupaten Maluku Tenggara.

"Ini menjadi tahap akhir dari program yang telah berjalan selama beberapa tahun. Kami optimistis seluruh peserta mampu menyelesaikan proses ini dengan baik," katanya.

Meski demikian, menurut Prof. Izaak, perjuangan para guru tidak berhenti setelah memperoleh gelar Sarjana Pendidikan. Ia mendorong seluruh lulusan RPL untuk melanjutkan pendidikan ke Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) agar memperoleh sertifikat pendidik dan menjadi guru profesional.

"Gelar sarjana merupakan awal untuk meningkatkan profesionalisme. Setelah ini kami berharap Bapak dan Ibu dapat melanjutkan ke Program Pendidikan Profesi Guru sehingga memiliki sertifikat pendidik sesuai ketentuan yang berlaku," tegasnya.

Di hadapan para peserta ujian, Prof. Izaak juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas akademik selama mengikuti seluruh tahapan ujian.

Ia mengajak seluruh peserta mengerjakan ujian dengan sungguh-sungguh, jujur, penuh percaya diri, serta menjadikan pengalaman panjang sebagai guru sebagai kekuatan untuk membuktikan kompetensi akademik yang dimiliki.

Melalui kolaborasi yang telah terbangun antara FKIP Universitas Pattimura dan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, diharapkan semakin banyak guru yang memenuhi standar kualifikasi akademik sekaligus memiliki kompetensi profesional guna meningkatkan mutu pendidikan di Bumi Larvul Ngabal.

Editor: Bruce Elang