Franklin Ubra Bidik Kursi KNPI Mimika, Gaungkan “Pemuda Bersatu” di Tengah Ujian Nyata

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 03 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Franklin Ubra Bidik Kursi KNPI Mimika, Gaungkan “Pemuda Bersatu” di Tengah Ujian Nyata

Franklin Ubra Bidik Kursi KNPI Mimika, Gaungkan “Pemuda Bersatu” di Tengah Ujian Nyata

Mimika, Tribunnusantara-web.id Franklin Ubra kini kembali membidik kursi KNPI dan hari secara resmi dirinya menyatakan siap maju sebagai calon Ketua KNPI Mimika periode 2026–2031.

03/05/2026                    

Sosok yang akrab disapa Aling Ubra ini menegaskan bahwa dirinya bukan pemain baru, dengan pengalaman panjang di berbagai organisasi kepemudaan dan keagamaan yang ia klaim telah membentuk kematangan dalam memimpin.

Dengan mengusung visi “Pemuda Bersatu”, Franklin mencoba memosisikan diri sebagai figur pemersatu di tengah fragmentasi kepemudaan yang kerap terjadi di Mimika.                  

Ia menyampaikan tekad untuk merangkul seluruh elemen pemuda serta mengajak semua unsur masyarakat yang berdomisili di Kabupaten Mimika untuk bergandengan tangan membangun daerah.

Namun, di balik narasi persatuan itu, tantangan besar sudah menanti. Menyatukan pemuda bukan sekadar slogan—dibutuhkan langkah konkret dan strategi yang terukur.

Dalam pemaparannya, Franklin menawarkan sejumlah misi utama:

Menyatukan seluruh elemen pemuda di Mimika yang selama ini berjalan sendiri-sendiri.

Mendorong pemberdayaan melalui pelatihan UMKM bagi pemuda, sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi.

Mengembangkan bakat generasi muda melalui olahraga sebagai wadah positif dan produktif.

Meski terdengar menjanjikan, publik kini menunggu implementasi nyata dari gagasan tersebut. Di tengah dinamika KNPI Mimika yang tidak sederhana, visi dan misi saja tidak cukup tanpa keberanian mengeksekusi dan konsistensi di lapangan.

Kontestasi menuju kursi KNPI Mimika pun diprediksi akan menjadi arena pembuktian.                  

Franklin Ubra kini dihadapkan pada satu pertanyaan krusial: mampukah ia menerjemahkan ambisi dan gagasannya menjadi kerja nyata, atau sekadar menambah daftar kandidat dengan janji yang menggema di awal?

"Elang Kei"