Gebrakan Politik di SBB, Benhur Wattubun: PDI-P Siap Jadi Tameng Rakyat Lawan Penipu dan Cukong Program Nasional

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 01 Oktober 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Gebrakan Politik di SBB, Benhur Wattubun: PDI-P Siap Jadi Tameng Rakyat Lawan Penipu dan Cukong Program Nasional

Tribun-nusantara.web.id.

SERAM BAGIAN BARAT. Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku, Benhur Wattubun, menyampaikan pidato politik yang membakar semangat saat membuka Musyawarah Anak Cabang (Musancab) di Zona Puncak, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Kamis (01/10/2026).

Bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila, Benhur menegaskan bahwa marwah PDI Perjuangan di semua lini adalah sebagai partai penyeimbang yang berdiri tegak sebagai pelindung rakyat kecil (wong cilik) dari eksploitasi politik identitas maupun kebijakan yang manipulatif.

-Kritik Sengit: Lawan Mafia Anggaran Program Negara

Benhur menggarisbawahi amanat nasional partai untuk memperkokoh edukasi politik kader agar tidak goyah oleh pragmatisme. Ia secara tajam menyoroti potensi penyelewengan program-program strategis nasional, seperti distribusi makanan bergizi gratis, yang rentan dipolitisasi atau dimonopoli oleh segelintir pengusaha nakal.

"Jika program nasional seperti makan gratis itu justru hanya dinikmati oleh para pengusaha, sementara rakyat di bawah terabaikan dan harus berurusan dengan para penipu, di situlah fungsi penyeimbang kita wajib bergerak! PDI Perjuangan tidak akan pernah tinggal diam melihat hak rakyat dirampas," seru Benhur yang disambut tepuk tangan ratusan kader.

Ia menambahkan, PDI Perjuangan menghormati mandat demokrasi di NKRI. Namun, dukungan terhadap hasil demokrasi bukanlah cek kosong, melainkan bentuk kemitraan kritis yang dibarengi dengan fungsi pengawasan ideologis yang ketat.

-Misi Daerah Terluar dan Target Bupati dari Rahim Partai

Menjawab tantangan riil geografis Maluku, Benhur menginstruksikan jajaran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) untuk berani mengambil ruang diskresi anggaran pembangunan. Langkah ini dinilai krusial agar wilayah kepulauan dan pelosok sulit seperti Pulau Kelang, Manipa, Buano, Lease, Wetar, hingga Masela mendapatkan porsi keadilan yang merata.

"Keadilan sosial itu harus membumi. Saya sendiri yang akan turun langsung memastikan kebutuhan riil basudara di pulau-pulau tersebut terakomodasi. Kita tidak butuh perencanaan yang indah di atas kertas, tapi kosong di lapangan," ungkapnya.

Di panggung yang sama, Benhur menyentil catatan sejarah Kabupaten SBB yang sejak berdiri belum pernah dipimpin oleh Bupati dari kader banteng. Ia pun menyerukan momentum Musancab ini sebagai ajang konsolidasi total untuk merebut kemenangan politik lokal.

"Sejak kabupaten ini lahir, kita sudah pernah memimpin atau belum? Belum! Karena itu, kita targetkan pemimpin SBB ke depan harus lahir dan dikandung langsung dari rahim PDI Perjuangan!

yang terpenting mereka adalah kader ideologis yang teruji. Kita tidak butuh pemimpin kosmetik yang pandai bersilat lidah di depan panggung, tetapi lumpuh kerja nyata di belakang!" tegas Benhur secara lantang.

-Doktrin Disiplin Total Kader

Menutup orasinya, Benhur mengingatkan pentingnya implementasi doktrin Lima Mantap PDI Perjuangan (Ideologi, Organisasi, Kader, Sumber Daya, dan Program). Ia meminta ego personal dilebur menjadi energi perjuangan kolektif. Ia bahkan berseloroh tentang kesalahan-kesalahan teknis kecil seperti penulisan nama di spanduk yang kerap terjadi di lapangan.

"Kuasailah dirimu sebelum engkau menguasai orang lain. Kalau pun nanti spanduk dari Bandung cetak nama saya salah-salah, itu tidak masalah! Yang paling utama adalah kepentingan masyarakat SBB dan nama besar partai tercetak dengan tinta emas di hati rakyat. Begitu keputusan partai diketok, semua wajib tertib, satu komando, dan tegak lurus!" pungkas Benhur

(H.R)