Gempa Dangkal M4,2 Guncang Fakfak Pagi Hari, Warga Rasakan Getaran hingga IV MMI

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 09 Maret 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Gempa Dangkal M4,2 Guncang Fakfak Pagi Hari, Warga Rasakan Getaran hingga IV MMI

Fakfak, TribunNusantara.web.id | Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,2 mengguncang wilayah Fakfak, Papua Barat, pada Senin pagi, 9 Maret 2026, pukul 08.25 WIT. Getaran gempa dirasakan cukup jelas oleh warga di sejumlah wilayah kota.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat episenter gempa berada pada koordinat 2,91 derajat Lintang Selatan dan 132,27 derajat Bujur Timur. Pusat gempa berada di darat sekitar 4 kilometer barat laut Fakfak dengan kedalaman 8 kilometer.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG dalam keterangan tertulis menyebutkan gempa tersebut tergolong gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif di wilayah tersebut.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” demikian keterangan resmi BMKG.

Getaran gempa dilaporkan dirasakan masyarakat di Fakfak dengan intensitas III hingga IV pada skala Modified Mercalli Intensity (MMI). Pada tingkat ini, getaran dapat dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah dan sebagian orang di luar bangunan. Beberapa warga juga melaporkan suara benda berderik seperti jendela dan pintu yang bergoyang.

Meski demikian, hingga sekitar pukul 08.35 WIT, BMKG menyatakan belum terdeteksi adanya gempa susulan atau aftershock dari peristiwa tersebut.

Belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa yang terjadi pada pagi hari itu.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami retak atau kerusakan akibat gempa.

“Pastikan kondisi bangunan tempat tinggal cukup aman dan tidak mengalami kerusakan yang dapat membahayakan sebelum kembali masuk ke dalam rumah,” tulis BMKG dalam imbauannya.