Gempa M7,7 Guncang NTT, Sempat Picu Peringatan Tsunami di Empat Provinsi

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 15 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Gempa M7,7 Guncang NTT, Sempat Picu Peringatan Tsunami di Empat Provinsi

Gempa M7,7 Guncang NTT, Sempat Picu Peringatan Tsunami di Empat Provinsi

NTT — Tribunnusantara-web.id Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi. Gempa yang berpusat pada koordinat 8,41 Lintang Selatan dan 121,39 Bujur Timur tersebut memiliki kedalaman 15 kilometer.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami menyusul gempa tersebut. Peringatan itu mencakup sejumlah wilayah di NTT, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan (Sulsel), dan Sulawesi Tenggara (Sultra).15/08/2026

Berdasarkan pemodelan BMKG pada fase awal peringatan, sejumlah wilayah pesisir NTT dan Sulsel masuk dalam kategori Siaga, antara lain bagian utara Manggarai, Ngada, Manggarai Barat, Ende, Sikka, Selayar, Jeneponto, dan Bantaeng.

Sementara sejumlah wilayah lainnya masuk kategori Waspada, termasuk Pulau Ende, Pulau Sikka, wilayah utara Flores Timur, sejumlah wilayah Bima dan Dompu di NTB, Kota Baubau di Sultra, serta Takalar, Bone, Wajo, Luwu, dan Palopo di Sulsel.

BMKG juga mencatat adanya hasil pengamatan muka laut di sejumlah lokasi setelah gempa. Dalam pemutakhiran peringatan, antara lain terdeteksi muka laut 0,94 meter di Maurole, Ende, 0,38 meter di Pelabuhan Kewapante-Sikka, 0,36 meter di Labuan Bajo, 0,25 meter di Flores Timur, serta 0,17 meter di Dompu.

Namun, perkembangan situasi kemudian menunjukkan bahwa peringatan dini tsunami telah berakhir. BMKG pada pukul 07.31.30 WIB menyatakan peringatan dini tsunami akibat gempa M7,7 tersebut telah berakhir.

Meski demikian, masyarakat di wilayah terdampak tetap diimbau untuk mengikuti informasi resmi BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tetap memperhatikan kondisi di sekitar, terutama apabila terjadi gempa susulan atau terdapat instruksi evakuasi baru dari pihak berwenang.

Gempa dengan magnitudo 7,7 dan kedalaman relatif dangkal tersebut menjadi pengingat kuat bahwa wilayah NTT dan kawasan sekitarnya merupakan daerah yang memiliki aktivitas tektonik tinggi. Kesiapsiagaan masyarakat, kecepatan penyampaian informasi, serta kepatuhan terhadap arahan petugas menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko korban apabila terjadi bencana.

Sumber: BMKG

Editor: Bruce Elang