Gerakan Pangan Murah di Maluku Tenggara, Wakil Bupati: Instrumen Kendalikan Inflasi dan Ringankan Beban Warga

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 16 Maret 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Gerakan Pangan Murah di Maluku Tenggara, Wakil Bupati: Instrumen Kendalikan Inflasi dan Ringankan Beban Warga

Langgur, TribunNusantara.web.id |  Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara kembali menggelar program Gerakan Pangan Murah sebagai upaya menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau.

Wakil Bupati Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar pembagian bahan pangan murah kepada masyarakat, melainkan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk menekan laju inflasi.

“Kegiatan ini bukan hanya bagi-bagi barang murah. Ini merupakan langkah pemerintah untuk mengendalikan inflasi dan memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok,” kata Charlos saat membuka kegiatan Gerakan Pangan Murah di Langgur, Senin, 16 Maret 2026.

Menurut dia, program serupa sebelumnya telah dilaksanakan melalui pasar murah yang difasilitasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan di delapan kecamatan. Kali ini, pelaksanaan kegiatan ditangani oleh Dinas Ketahanan Pangan dengan cakupan masyarakat yang lebih luas.

Charlos menjelaskan, harga pangan yang ditawarkan dalam kegiatan tersebut berada di bawah harga pasar. Namun, jumlah komoditas yang tersedia tetap dibatasi karena program ini bersifat stimulan untuk menstabilkan harga di pasaran.

“Manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Harga lebih murah, tetapi jumlahnya terbatas agar tetap menjadi stimulus bagi pasar,” ujarnya.

Selain menjaga stabilitas harga, pemerintah daerah juga memanfaatkan kegiatan tersebut untuk mendorong pemanfaatan pangan lokal. Selama ini, sebagian besar kebutuhan pangan masyarakat Maluku Tenggara masih dipasok dari luar daerah.

Ketergantungan tersebut, menurut Charlos, membuat harga pangan rentan mengalami kenaikan ketika terjadi gangguan distribusi atau peningkatan permintaan.

“Kalau kita mulai membeli dan memanfaatkan produk lokal, ekonomi masyarakat akan bergerak. Ketergantungan terhadap pasokan dari luar juga bisa dikurangi,” kata dia.

Pemerintah daerah, kata Charlos, juga menargetkan masyarakat berpenghasilan rendah sebagai penerima manfaat utama dari program tersebut. Melalui subsidi harga yang diberikan pemerintah, warga dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan biaya yang lebih ringan.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian kegiatan memperingati hari ulang tahun daerah. Namun, Charlos menegaskan bahwa tujuan utamanya tetap pada upaya menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.

Ia berharap Gerakan Pangan Murah dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan diperluas cakupannya di berbagai wilayah Maluku Tenggara.

“Ini program strategis. Bukan hanya soal harga murah, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat bisa semakin mandiri melalui pemanfaatan pangan lokal,” ujarnya.