GMKI Nabire Desak TNI-OPM Hentikan Kekerasan: “Jangan Jadikan Warga Sipil Korban Perang”

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 28 Oktober 2025

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

GMKI Nabire Desak TNI-OPM Hentikan Kekerasan: “Jangan Jadikan Warga Sipil Korban Perang”

Nabire, TribunNusantara.web.id |  Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Nabire menyerukan penghentian keterlibatan warga sipil dalam konflik bersenjata antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM). Desakan ini disampaikan Ketua GMKI Nabire, Firgo Jitmau, menanggapi insiden kontak tembak pada 15 Oktober 2025 yang menimbulkan polemik soal jumlah korban jiwa.

Menurut Firgo, publik di Papua kini dihadapkan pada kebingungan informasi.

“TNI menyebut ada 14 anggota OPM yang tewas, sementara laporan lain menyebut 15 korban, dan hanya tiga di antaranya anggota TPNPB. Sisanya belum jelas statusnya,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin, 28 Oktober 2025.

GMKI menilai simpang siur informasi itu harus segera diluruskan. Firgo mendesak pemerintah dan lembaga independen melakukan investigasi terbuka dan transparan agar masyarakat memperoleh data yang akurat.

“Jangan sampai ada pembenaran kekerasan yang menelan korban dari kalangan sipil,” katanya.

Ia juga menegaskan pentingnya pendekatan humanis dalam penyelesaian konflik di Tanah Papua. Kekerasan, kata Firgo, hanya memperpanjang penderitaan masyarakat dan memperdalam luka sosial.

“TNI dan OPM seharusnya bertindak tepat sasaran, terukur, dan menjauhkan warga sipil dari risiko tembakan,” ujarnya.

Firgo menilai solusi damai adalah satu-satunya jalan untuk memutus rantai kekerasan yang telah berlangsung puluhan tahun di Papua.

“Negara harus hadir bukan dengan moncong senjata, tetapi dengan hati dan keadilan,” tutur Firgo menutup pernyataannya.