GMKI Timika Siapkan Langkah Hukum, Pemburu Kontak Pejabat Mulai Diburu

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 24 Juni 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

GMKI Timika Siapkan Langkah Hukum, Pemburu Kontak Pejabat Mulai Diburu

GMKI Timika Siapkan Langkah Hukum, Pemburu Kontak Pejabat Mulai Diburu

TIMIKA, Tribunnusantara-web.id  Badan Pengurus Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (BPC GMKI) Timika membunyikan alarm peringatan kepada seluruh pejabat publik, tokoh masyarakat, mitra kerja, dan warga Mimika setelah menemukan aksi pencatutan identitas Ketua Cabang GMKI Timika, Luis Fernando, yang diduga digunakan sebagai alat penipuan untuk membangun akses ke lingkaran kekuasaan dan mencari keuntungan pribadi.

Pelaku menggunakan nomor +62 823-4204-8729 dengan memasang atribut dan identitas GMKI guna meyakinkan calon korban. Modus yang teridentifikasi tidak sekadar memperkenalkan diri sebagai Ketua GMKI Timika, tetapi juga berupaya memperoleh nomor kontak pejabat daerah hingga membuka ruang komunikasi yang berpotensi mengarah pada permintaan bantuan materi maupun finansial.

Ketua BPC GMKI Timika, Luis Fernando, menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk kejahatan siber yang tidak hanya merugikan individu, tetapi juga menyerang kredibilitas organisasi mahasiswa yang selama ini berdiri sebagai kekuatan moral dan kontrol sosial di Kabupaten Mimika.

"Ini bukan sekadar aksi penipuan biasa. Ini adalah upaya sistematis memanipulasi identitas organisasi untuk memperoleh kepercayaan publik dan membuka akses kepada para pengambil kebijakan. Kami memandang serius tindakan ini karena berpotensi merusak nama baik GMKI dan menyesatkan masyarakat," tegas Luis Fernando.

GMKI Timika memastikan bahwa nomor +62 823-4204-8729 bukan milik Ketua Cabang maupun pengurus organisasi. Segala bentuk komunikasi, permintaan bantuan, permintaan uang, maupun aktivitas lain yang dilakukan melalui nomor tersebut dinyatakan ilegal dan tidak memiliki hubungan dengan GMKI Timika.

Luis juga menegaskan bahwa GMKI memiliki sistem administrasi dan komunikasi organisasi yang jelas, resmi, serta dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, tidak pernah ada praktik lobi pribadi, permintaan dana melalui pesan singkat, maupun komunikasi transaksional yang mengatasnamakan organisasi.

"GMKI tidak pernah meminta bantuan keuangan secara personal melalui WhatsApp atau media komunikasi informal lainnya. Jika ada pihak yang mengatasnamakan GMKI untuk meminta uang atau fasilitas tertentu, dapat dipastikan itu adalah penipuan," ujarnya.

BPC GMKI Timika mengimbau seluruh pejabat eksekutif, legislatif, pimpinan OPD, tokoh masyarakat, alumni, serta masyarakat luas agar tidak merespons komunikasi dari nomor tersebut. Organisasi meminta masyarakat segera memblokir dan melaporkan akun yang digunakan pelaku guna mencegah munculnya korban baru.

Saat ini GMKI Timika tengah mengumpulkan bukti digital dan melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk menelusuri jejak pelaku. Organisasi juga membuka kemungkinan menempuh jalur hukum guna memastikan pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

"Kami tidak akan membiarkan ruang publik dicemari oleh oknum yang menjual nama organisasi mahasiswa demi kepentingan pribadi. Siapa pun pelakunya harus bertanggung jawab. Kepercayaan publik adalah aset yang tidak boleh diperdagangkan," tegas Luis.

BPC GMKI Timika turut menyampaikan apresiasi kepada jaringan organisasi kepemudaan, alumni, serta insan pers di Mimika yang telah bergerak cepat menyebarluaskan klarifikasi sehingga masyarakat tidak terjebak dalam praktik penipuan yang mengatasnamakan organisasi mahasiswa tersebut.

Editor: Bruce Elang