GPM Setia Sumbangkan Hewan Kurban ke Yayasan Al-Fatah: Pastikan Standar Kesehatan dan Nilai Teologis Islam Terpenuhi

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 26 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

GPM Setia Sumbangkan Hewan Kurban ke Yayasan Al-Fatah: Pastikan Standar Kesehatan dan Nilai Teologis Islam Terpenuhi

AMBON,Tribun-nusantara.web.id. Gereja Protestan Maluku (GPM) kembali meneguhkan semangat persaudaraan dan toleransi yang tinggi di tanah Maluku. Hal ini ditandai dengan penyerahan bantuan hewan kurban berupa sapi dari Sinode GPM kepada Yayasan Al-Fatah Ambon, yang berlangsung di pelataran Masjid Raya Al-Fatah Ambon, Selasa (26/5/2026).

Wakil Ketua I Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GPM, Pendeta Ricardo Rikumahu, dalam wawancaranya usai penyerahan, menjelaskan bahwa langkah ini bukan sekadar tradisi berbagi, melainkan wujud penghormatan mendalam terhadap ajaran dan nilai-nilai agama saudara seiman.

Menurut Pendeta Ricardo, GPM sangat berhati-hati dan menerapkan mekanisme ketat dalam penyaluran bantuan ini. Seluruh proses, mulai dari pemilihan hingga penyerahan hewan kurban, dipastikan dilakukan di tempat-tempat yang telah ditetapkan pemerintah sebagai lokasi aman, higienis, dan memenuhi standar kesehatan yang berlaku.

"Bagi kami, aspek kesehatan dan keamanan pangan itu wajib terjamin. Namun, yang lebih penting lagi dan menjadi perhatian utama kami adalah pemahaman teologis serta kaidah-kaidah dalam ajaran Islam yang harus kami hargai dan taati sepenuhnya," ungkap Pendeta Ricardo.

Ia menekankan, niat baik untuk memberikan sumbangan saja tidaklah cukup. Cara dan proses penyampaiannya pun harus tepat dan sesuai syariat, agar kehadiran GPM dalam momen Idul Adha ini tidak menimbulkan persoalan, baik bagi umat Islam penerima manfaat maupun bagi nama baik gereja sendiri.

"Menyumbang kurban dalam konteks ini bukan hanya soal sehat atau tidak sehat. Ada nilai-nilai ajaran yang harus kami hormati. Kami pastikan hewan yang kami serahkan ini tidak hanya sehat secara medis, tetapi juga memenuhi standar atau ketentuan dalam doktrin ajaran Islam. Kami sangat berhati-hati agar langkah kami ini benar-benar menjadi berkat dan tidak menimbulkan masalah bagi saudara-saudara kita umat Islam maupun bagi kami sebagai GPM," tegasnya.

Pendeta Ricardo juga menegaskan bahwa kegiatan ini sudah menjadi agenda rutin dan keputusan tetap gereja setiap tahun. Dalam setiap Sidang Majelis Pekerja Lingkungan (MPL) GPM di akhir tahun, penyaluran bantuan kurban ini selalu diputuskan, ditetapkan, dan dianggarkan secara khusus. Pelaksanaannya kemudian menjadi tanggung jawab panitia perayaan hari-hari besar gerejawi.

"Sudah menjadi sikap dan komitmen gereja. Setiap tahun kami selalu menyumbangkan sapi untuk Yayasan Al-Fatah. Ini adalah wujud nyata toleransi, persaudaraan, dan keharmonisan yang selalu kami bangun dan rawat bersama di tanah Maluku tercinta," pungkas Pendeta Ricardo Rikumahu.

(H.R)