Gubernur Maluku: Jangan Terus Salahkan Polisi, Pemulihan Maluku Tenggara Butuh Dukungan Bersama

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 30 Maret 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Gubernur Maluku: Jangan Terus Salahkan Polisi, Pemulihan Maluku Tenggara Butuh Dukungan Bersama

Langgur, TribunNusantara.web.id | Situasi keamanan di Kabupaten Maluku Tenggara yang memanas dalam beberapa hari terakhir mendapat sorotan serius dari Pemerintah Provinsi Maluku. Gubernur Maluku meminta masyarakat tidak serta-merta menyalahkan aparat kepolisian atas konflik sosial yang terjadi.

Menurut Gubernur, penanganan situasi keamanan bukan semata tanggung jawab polisi. Ia menekankan bahwa penyelesaian konflik membutuhkan kolaborasi lintas unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga seluruh elemen masyarakat.

“Jangan terlalu lama-lama menyalahkan polisi. Mereka tidak bisa berbuat sendiri, mereka tidak bisa menangani sendiri,” kata Gubernur dalam keterangannya, menanggapi berkembangnya opini publik yang cenderung menyudutkan aparat keamanan.

Ia menilai, kondisi yang terjadi harus menjadi refleksi bersama. Konflik sosial, kata dia, tidak lahir dalam ruang hampa. Ada dinamika sosial, komunikasi yang terputus, serta emosi kolektif yang perlu dikelola secara bijak agar tidak berkembang menjadi eskalasi yang lebih luas.

Sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, Gubernur mengaku telah berkoordinasi langsung dengan jajaran kepolisian untuk memastikan langkah-langkah penanganan dilakukan secara terukur dan bertanggung jawab. Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa TNI dan Polri akan bekerja maksimal dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kita percaya bapak-bapak dari polisi dan TNI akan melakukan langkah-langkah yang dianggap perlu untuk masyarakat,” ujarnya.

Namun demikian, Gubernur menegaskan pemerintah daerah tidak akan bersikap pasif. Jika situasi berkembang lebih jauh, pemerintah siap mengambil langkah lanjutan sesuai kewenangan yang dimiliki. Upaya pemulihan, kata dia, tidak hanya sebatas pengamanan, tetapi juga mencakup pendekatan dialog dan rekonsiliasi sosial.

“Kalau terjadi sekarang nanti, kita lihat apa yang harus pemerintah lakukan untuk memulihkan situasi,” katanya.

Di bagian akhir pernyataannya, Gubernur mengajak masyarakat untuk menahan diri dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Ia meminta semua pihak menjaga ketenangan serta bertindak dalam koridor hukum.

“Doakan, lakukan apa yang bisa kita lakukan dalam batas-batas hukum dan kewenangan untuk bertanggung jawab memulihkan situasi,” tuturnya.

Hingga kini, situasi di Maluku Tenggara masih dalam pemantauan aparat keamanan dan pemerintah daerah. Pemerintah berharap ketegangan yang muncul tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan dan tidak terulang di masa mendatang.