Guru SMA Negeri 1 Tual: Jangan Biarkan Anak Timur Tertinggal di Era AI
Guru SMA Negeri 1 Tual: Jangan Biarkan Anak Timur Tertinggal di Era AI
TUAL Tribunnusantara-web.id — Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tidak boleh justru memperlebar kesenjangan pendidikan antara wilayah perkotaan dan kawasan Timur Indonesia.
Hal itu menjadi sorotan Golkarianus Ubra, S.Pd, CPSE, Guru SMA Negeri 1 Tual, yang menilai anak-anak di Maluku, Papua, dan wilayah 3T harus memperoleh kesempatan yang sama untuk mengenal dan memanfaatkan teknologi AI dalam pendidikan.Tual 29/8/26
Menurutnya, persoalan utama bukan terletak pada kemampuan anak-anak Timur, melainkan masih terbatasnya akses terhadap internet, listrik, perangkat digital, dan fasilitas pendidikan.
Karena itu, pemerataan pendidikan digital tidak cukup hanya dengan membagikan komputer atau menyediakan jaringan internet. Dibutuhkan ekosistem yang utuh, mulai dari infrastruktur, konektivitas, pelatihan guru hingga literasi digital peserta didik.
Golkarianus menegaskan, pengenalan AI juga tidak harus menunggu fasilitas sekolah sempurna. Pembelajaran dapat dimulai melalui metode sederhana, kerja kelompok, bahan cetak, maupun unplugged coding.
Ia juga mendorong agar teknologi dikembangkan secara kontekstual dengan potensi daerah. Anak-anak Maluku dapat diarahkan mengembangkan teknologi terkait kelautan, perikanan, pariwisata dan budaya, sementara anak-anak Papua dapat mengembangkan gagasan di bidang lingkungan, kesehatan, pertanian dan kehutanan.
“Anak-anak Timur Indonesia tidak boleh hanya menjadi konsumen teknologi. Mereka harus dipersiapkan menjadi pencipta, pemecah masalah, dan inovator,” demikian gagasan utama yang ditegaskan dalam tulisan tersebut.
Menurutnya, era AI seharusnya menjadi momentum untuk mempersempit kesenjangan pendidikan, bukan memperlebar jarak antara Barat dan Timur Indonesia.
Jangan biarkan anak Timur tertinggal. Berikan akses, kesempatan, latih gurunya, bangun infrastrukturnya, dan kembangkan literasi digitalnya.
Editor: Bruce Elang








































Komentar via Facebook