Hadir di Peringatan 30 Tahun Kudatuli, Wali Kota Ambon Tegaskan Lawan Tindakan yang Mengekang Demokrasi

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 27 Juli 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Hadir di Peringatan 30 Tahun Kudatuli, Wali Kota Ambon Tegaskan Lawan Tindakan yang Mengekang Demokrasi

AMBON,Tribun-nusantara.web.id. Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan pentingnya menjaga esensi demokrasi tanpa adanya intervensi, pembungkaman, maupun kekerasan. Pesan tajam ini disampaikannya saat menghadiri Malam Renungan Peringatan 30 Tahun Tragedi Kerusuhan 27 Juli 1996 (Kudatuli) yang digelar oleh DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku di Pattimura Park, Ambon, Senin (26/7/2026) malam.

Dalam sekapur sirih, Bodewin menyatakan bahwa Pemerintah Kota Ambon memaknai peringatan sejarah kelam ini sebagai alarm penting bagi seluruh komponen bangsa untuk tetap mengawal proses demokrasi di Indonesia.

"Demokrasi lahir untuk memperjuangkan segala kebaikan. Karena itu, tindakan-tindakan tidak benar yang mengekang demokrasi mesti kita lawan bersama. Ini catatan penting yang harus kita camkan dari momentum peringatan Kudatuli malam ini," ujar Bodewin dengan tegas di hadapan para pengurus dan kader partai.

Bodewin juga menyoroti peran strategis partai politik sebagai instrumen utama penggerak demokrasi. Tragedi Kudatuli, menurutnya, memberikan pelajaran berharga bagi birokrasi dan penguasa hari ini mengenai bagaimana memperlakukan dinamika partai politik secara sehat.

Ia menekankan bahwa di era keterbukaan saat ini, posisi pemerintah harus netral dan menjadi pengayom bagi semua golongan tanpa terkecuali.

"Peristiwa Kudatuli mengajarkan kepada kami di Pemerintah Kota Ambon bahwa di era demokrasi sekarang, pemerintah harus ada untuk berdiri di tengah bagi seluruh partai politik. Kami mendukung semua parpol agar tujuan utama demokrasi—yaitu pengelolaan kekuasaan dan pemerintahan yang baik—bisa diwujudkan bersama," jelasnya.

Secara khusus, orang nomor satu di Kota Ambon tersebut memberikan apresiasi yang tinggi kepada DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku yang dinilai konsisten merawat ingatan sejarah demi masa depan demokrasi yang lebih cerah.

"Kami yakin sejarah ini tidak akan pernah dilupakan. Namun yang terpenting saat ini adalah bagaimana seluruh komponen bangsa, termasuk PDI Perjuangan, ikut mengawal agar demokrasi berjalan di koridor yang benar. Dalam demokrasi tidak boleh ada kekerasan, tidak boleh ada upaya membungkam. Demokrasi harus membuka ruang seluas-luasnya bagi semua pihak untuk bekerja sesuai mekanismenya," tambahnya.

Mengakhiri pidatonya, Bodewin memberikan suntikan semangat kepada seluruh kader dan simpatisan PDI Perjuangan di Maluku untuk tetap teguh berdiri menghadapi berbagai tantangan politik masa kini. Ia mengajak semua pihak menjadikan kilas balik sejarah ini sebagai modal penting untuk membawa Maluku dan Kota Ambon ke arah yang jauh lebih baik.

"Tetap semangat dalam berjuang. Kita doakan agar kejadian kelam seperti ini tidak akan pernah terulang lagi di masa mendatang. Yakin dan percaya, setiap upaya tulus yang kita lakukan untuk kebaikan bangsa ini, pertama pasti diberkati oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, dan yang kedua akan selalu diapresiasi oleh masyarakat," pungkas Bodewin.

(H.R)